puisi senandung rindu

Puisi Senandung Rindu, Rasa, Kerinduan dan Ombak

Posted on

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan puisi tentang senandung rindu. Puisi yang berisikan senandung buat kekasih. Senandung artinya alunan yang lembut untuk menghibur diri.

Semoga kumpulan puisi berikut ini dapat bermanfaat dan bisa memberikan rasa tenang untuk anda yang membacanya.

Semoga dapat mewakili perasaan tentang cinta, hati dan mengerti jiwa anda. Selamat membaca

Jejak Senandung

Menyapa pagi dengan karunia Ilahi.

Kabut itu menyapa menusuk ke rongga dan dingin sekali.

Begitu banyak sel aktif yang berkutat didalam nalarku ini.

Begitu banyak jumlah memori ini berkutat ke arahmu, disini.

Rasa yang dahulu sempat nyata tertinggal, sudah jelas berbekas didalam hati.

Kamu, riuh ku langitkan keajaibannya kepada Ilahi.

 

Jejak senandung dalam tuturnya hati berbalut barisan tanya pada teka-teki hari.

Putaran waktu terasa sangat lambat, kala menatap ragamu yang tak kunjung kemari.

Singgah di singgasananya jantung hati yang bersemi.

Jejak senandung yang bersemi..

Jejak senandung yang berkidung rindu.

Jejak senandung berkelana melambung cipta hatinya ke gelar sajadah hati.

 

Jejak senandung merajut utuh sebuah nama kepada semesta.

Jejak senandung yang penuh tanda tanya kian menerpa.

Namamu utuh dalam barisan deretan do’a penjaga hati, kepada Allah Ta’ala.

Gempita Kerinduan

Gempita Kerinduan

Kala tabir berbalut angan harap semesta yang tersemaikan.

Menyematkan larik-larik gempita rindu.

Rindu yang terlukiskan terukir lewat syair pena yang menari.

Maaf hati yang tetiba jatuh pada panahannya hati.

 

Sebuah kata sederhana namun mengena.

Labuhannya pun tanpa halusinasi dan tanpa permisi.

Nyatanya ia pernah hadir di alam mimpi saat diri terjaga.

Gelayut asa menyimpan tanya kepada semesta.

 

Geliak hati memendam rasanya, tertuang ke bait-bait sederhana.

Duhai diri, tak ingin menjadi sang melankolis,

Saat dihadapkan pada arti sebuah kenang yang melanglang.

Degup hati itu sejatinya, tak pernah (tak sanggup) bicara dusta.

 

Suara hati akan selalu pandai mencerna jalannya nurani.

Meskipun dihantam polemik yang tak kunjung bertepi.

Gempita kerinduan yang menjadi sebaris kesan.

Gempita kerinduan pada detik yang mengalun.

Gempita kerinduan dipupuk kesabaran.

Gempita dalam cawan rindu yang menjulang.

 

Belahan jiwa tak kan mampu berlari,

Belahan jiwa tak kan mampu menepi dan bersembunyi,

Belahan jiwa tak kan mampu meninggalkan dan berpaling.

Belahan jiwa kan selalu menjadi kata saling dalam menggiring.

 

Gempita tuturnya, dijiwa yang membahana.

Ia selalu berhasil temukan pijaknya kembali.

Seutas tali mengikatnya dalam kasih.

Hamparan sudut hati, tirai hati yang berdegup.

 

Menjaga sunyi hatinya, menantikan yang sejati.

Loading...

Gempita kerinduan menjadi kerikil-kerikil yang bertaburan.

Bersama rintik rindu yang menggelayuti relung hati.

Bersama logika hati yang berusaha memahami.

Bersama Ilahi yang maha mengetahui serta mendengarkan lirihnya bahasa hati.

Rahasia Rasa

Hey Kamu,

Kamu kan mengerti aku.

Aku paling sulit melupakan. Lantas mengapa kamu mengabaikan dan meninggalkan?

Bukankah satu hati kita sudah sangat pandai perihal memahami.

 

Duduk sebentar dan mulailah kamu merasa.

Mengabaikan rasa yang tertinggal dalam menusuk keruas sendi hati.

Apakah itu benar adanya?

Atau mengerti sebuah tatap hati yang menjadi pewarna hari.

Pernahkah sedetik kamu merasa?

Baca Juga: Puisi Hujan

Bukannya kita memang sudah saling mengenal?

Mengapa kau bak sosok asing yang tak pernah mau mengenal.

Rahasia rasa sedang menguji diruang yang terkunci.

Rahasia rasa terjebak dalam sekat, artinya fitrah percikkan alurnya cipta rasa.

 

Mnggenggam rasa sendirian nyatanya penuh perjuangan.

Sebelum sang surya tenggelam, sebelum raga menghilang, sebelum senja itu meredup.

Metamorfosa antara kata jarak, cinta dan benci yang sungguh tipis.

Sebelum tangis mengikis,

Rumpun rahasia rasa baiknya dikemas.

Menjadi melodi yang membuat pecinta antusias menjaga titipan kasih dari Ilahi.

 

Jika kau memintaku melupakan semua?

Pasalnya hatiku mulai cemas.

Rahasia rasa yang terabaikan.

Rahasia rasa yang tertinggal dan lalu tenggelam bersama waktu yang terbuang hanya tinggal kenang,

Baca Juga: Puisi Senja Keren

Apa kau sanggup berkata kepada Ilahi tuk memalingkan semua?

Setelah ia begitu percayanya memilihmu menitipkan fitrah alami sebuah rahasia rasanya..

Ingatan demi ingatan berkecamuk dalam bayang.

Tentang mu dan kisah kita yang belum tergenapkan.

Kamu dan Ombak Sejumlah Tanya

Meluapkan penat menepi dibibir pantai yang lepas.

Mengangkat tangan meluapkan segala rasa kepada empunya alam semesta raya.

Melangitkan sebaris nama dalam do’a yang tak jeda-jedanya.

Mentafakuri diri diluapan hati yang sedang tak berkompromi.

Terngiang yang tertinggal menjadi sebuah kenangan yang membekas dinalar hati.

Kamu dan ombak…

 

Kemana larinya kisah yang pernah ada?

Dimana letak hati yang sedang kau jaga?

Kemana dirimu labuhkan layang angan pijakkan semesta?

Kamu dan ombak…

 

Bernyanyi diteriak pantai yang lepas.

Desir ombak menjadi pelepas.

Semilir angin berhembus menyapu sendu.

Mungkinkah dirimu ada hati lain yang sedang dijaga,

Tuturnya berbisik kepada batu karang silaut lepas yang menghempas.

Bersama desir ombak yang bergemuruh dipantai yang luas.

Dan ku ikhlaskan segenap hati dalam setiap hening tasbih diri yang menepi.