Pengertian Gunung Meletus, Tanda-Tanda, Penyebab, Dampak Terlengkap

Posted on

Definisi Gunung yaitu satu dari banyak sumber daya alam yang berada dibumi. Gunung juga diartikan dengan permukaan yang menonjol pada permukaan bumi. Negara Indonesia memiliki banyak gunung-gunung. Gunung gunung tersebut ada yang aktif dan tidak aktif.

Selain banyak pegunungan yang aktif, gunung merupakan keindahan alam yang tidak semua negara memilikinya. Sehingga banyak orang melakukan pendakian, atau sekedar menikmati kesejukan di pegunungan.  Permukaan gunung yang menonjol merupakan suatu fenomena alami yang tanpa campur tangan manusia.

Pada bagian tonjolan gunung tersebut ada suatu saluran lurus yang bentuknya seperti garis vertikal semacam pipa alami. Pipa tersebut menghubungkan antara perut bumi dan kerak bumi atau permukaan bumi. Perut bumi mengandung banyak macam cairan panas, misalnya batuan cair dan juga magma.

Ada masanya magma dan materia-material yang ada didalam perut bumi akan mengalami suatu masalah. Hal ini dapat terjadi karena getaran bumi yang dinamakan dengan gempa tektonik, magma yang berada didalam perut bumi akan keluar dengan berkala menuju permukaan bumi secara berkala.

Magma tersebut keluar dengan cara melewati pipa alami yang sangat tinggi yang letaknya didalam perut bumi. Pada saat magma keluar mellaui pipa alami itu, maka ini yang disebut dengan gunung meletus. Sehingga seolah-olah gunung meletus mengeluarkan suatu material dari dalam bumi.

Tanda-Tanda Gunung Meletus

Gunung meletus dikategorikan suatu salah satu bencana alam, karena dapat mengakibatkan banyak terjadi kerugian dan kerusakan. Namun sebagai suatu bencana alam pada bumi, gunung meletus diklasifikasikan sebagai bencana alam yang dapat diantisipasi.

Hal ini sebab gunung meletus datangnya selalu diikuti dengan tanda tertentu menjadikan dapat dilakukan antisipasi dari awal agar tidak menelan korban jiwa dan kerugian.

Ketika tanda-tanda tersebut sudah terlihat, maka sebagai masyarakat yang dekat dan tinggal disekitar gunung berapi harus waspada dan untuk bersegera melakukan tindakan penyelamatan.
Pengertian Gunung Meletus

Selain dengan tanda-tanda yang bisa diperkirakan kedatanyannga, gunung yang hendak meletus juag memiliki status masing-masing. Dengan begitu sebelum gunung meletus masuk kedalam status awas, lingkungan yang berada disekeliling gunung itu harus segera disterilkan, agar tidak menyebabkan korban jiwa.

Karena sangat penting melihat tanda-tanda sebagai sinyal, maka kita harus tahu beberapa tanda-tanda atau ciri-ciri gunung akan meletus. Adapun tanda-tanda lengkapnya gunung meletus yaitu:

Suhu Di Sekitar Gunung Meningkat

Tanda ataupun ciri dari gunung api yang hendak meletus yang pertama yaitu meningkatnya suhu udara yang berada disekeliling gunung berapi tersebut. Meningkatnya suhu ini utamanya dirasakan oleh masyarakat yang terletak di sekitar lereng gunung ataupun di kaki gunung.

Naiknya suhu disekitar gunung berapi dikarenakan oleh aktivitas magma yang semakin banyak atau semakin tinggi tingkatannya menjadikan akan berkumpul di dekat permukaan bumi.

Dengan seperti itu, suhu panas yang ada pada magma tersebut akan merambat sampai mempengaruhi lapisan tanah yang ada atau yang menjadi penyusun badan gunung tersebut.

Untuk pembahasan agar bisa dipahami secara sederhana tentang naiknya suhu disekeliling gunung ini yaitu karena magma naik mendekati permukaan bumi, sehingga jaraknya lebih dekat dengan permukaan bumi atau suhunya terasa semakin panas.

Mata Air Sekitar Gunung Mengering

Tanda atau ciri suatu gunung berapi akan melets berikutnya adalah mata air yang berada di sekitar gunung tersebut akan mengering. Tentang mata air yang mengering ini, pada umumnya alasannya yaitu sama, semakin tinggi suhu disekeliling gunung berapi.

Jika magma yang terdapat di perut bumi mengalami kenaikan sampai mendekati permukaan bumi, maka suhu yang kita rasakan juga semakin panas.

Hal tersebut berakibat pada sumber air atau mata air yang terletak di sekitar gunung tersebut akan panas juga. Seperti sifat air yang kepanasan, mata air tersebut akan menguap menjadi gas-gas dan terbang menuju atas.

Menyebabkan volume air menjadi semakin sedikit karena banyak yang sudah menguap, kemudian mata air tersebut akan mengering. Alasan mengapa air yang berada di dalam tanah ini menguap, sebab pada saat magma naik ke atas, pada lapisan tanah tertentu akan terasa sangat panas, sampai bisa mengeringkan sumber air yang terletak di dalam tanah tersebut.

Tumbuhan Yang Berada Di Sekitar Gunung Layu

Tanda atau ciri-ciri gunung berapi akan mengalami erupsi atau meletus yang berikutnya yaitu tumbuhan yang terletak di sekitar gunung akan menjadi layu. Alasannya sama dengan sebelumnya, bahwa sumber dari kekeringan dan kelayuan tanaman yiatu suhu panas yang berasal dari magma yang naik ke atas.

Suhu panas yang berad di dlaam panas bisa membuat tanaman-tanaman menjadi layu, lebih lagi apabila panas ini meningkat secara signifikan. Feknya akan semakin parah dibanding layu karena musim kemarau.

Karena pada saat magma terkumpul tepat di balik gunung, terdapat salah satu lokasi dimana magma bisa bergerak ke atas mendekati lapisan tanah. Hal ini yang mengakibatkan tumbuhan layu, dan bisa saja akan mati seketika.

Hewan-Hewan Liar Yang Tinggal Di Gungun Lari Ke Bawah Atau Turun Gunung

Tanda lain yang juga terlihat dan bisa dilihat oleh manusia yang terletak di kaki gunung adalah banyak binatan liar yang tingal di lereng gunung bersama-sama akan turung ke bawah.

Hal tersebut sudah bisa dipastikan karena binatang-binatan itu tidak merasa nyaman berada di atas karena suhu yang terus bertambah panas, bahkan lebih panas lagi.

Binatang-binatang tersebut turung gunung agar jauh dari panas yang menyengat dan menuju ke kaki gunung, bahkan bisa saja menuju ke pemukman warga.

Binatang-binatang yang turun ini adalah binatang liar yang habitatnya terletak di gunung itu, menjadikan diantara mereka bisa saja terlihat asing. Pada saat hal ini telah terjadi, maka manusia harus waspada, bukan saja terhadap turunnya binatang liar, tetapi juga terhadap status gunung berapi itu.

Sering Terjadi Suara Gemuruh Gunung

Tanda berikutnya yaitu sering terjadi adanya suara gemuruh. Suara gemuruh ini bersumber dari dalam gunung. Suara gemuruh ini terjadi sebab adanya peningkatan aktivitas dari magma yang terletak diperut bumi.

Seringkali, suara gemuruh ini terjadi di malam hari, oleh sebab itu rata-rata pada gunung berapi yang aman mengalami erupsi, mereka mengeluarkan suara gemuruh yang semakin lama akan semakin sering.

Dan lebih parahnya lagi frekuensi suara gemuruh tersebut dapat didengarkan puluhan kali terjadi dalam satu malam. Suara gemuruh ini merupakan suatu tanda tanda gunung tersebut seoalah-olah akan longsor.

Sering Terjadi Gempa Vulkanik

Tanda gunung yang akan meletus berikutnya adalah sering terjadi gempa vulkani. Gempa vulkanij adalah gempa yang bersumber dari aktivitas gunung berapi.

Aktivitas gunung berapi pada saat meletus yang sering adalah dalam bentuk aktivitas magma pada perut bumi. Magma yang terus aktif didalam perut bumi selain membuat suara yang bergemuruh dan juga akan memunculkan getaran-getaran.

Getaran ini yang pada akhirnya sampai ke permukaan bumi dan kita sering menamakan dengan gempa. Gempa yang diakibatkan karena aktivitas gunung berapi ini tidaklah begitu besar. Gempa vulkani pada umumnya lebih kecil dibanding gempa tektonik.

Gempa vulkanik ini sering kita alami, terlebih oleh masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. Semakin mendekati gunung akan meletus maka intensitas terjadi gempa akan lebih tinggi.

Gempa vulkanik akan sering terjadi, baik yang kekuatanya sangat kecil sampai yang besar. Seluruh aktivitas gempa vulkanik akan tercatat oleh alat pengukur gempat bumi yaitu seismograf yang telah dimiliki oleh Badan Meteorologi dan Geofisika pada sekitar daerah gunung tersebut.

Gempa vulkanik ini akan semakin terasa apabila dimalam hari, karena mungkin aktivitas kita juga lebih tenang. Di satu malam saja kita dapat merasakan sampai dengan puluhan kali gempa yang terjadi.

Keluarnya Awan Panas

Selain suara gemuruh dan gempa vulkani, tanda dari gunung akan meletus berikutnya yaitu adanya awan panas. Awan panas adalah asap yang dikeluarkan oleh gunung berapi sebagai tanda bahwa gunung itu memiliki aktivitas magma yang tinggi dan siap untuk erupsi.

Awan panas dari gunung berapi ini dalam bentuk kepulan asap yang warnannya bisa putih dan kadang juga berwarna coklat yang mana keluarnya dapat dalam jumlah yang banyak, ataupn hanya jumlah sedikit.

Awan panas ini memiliki sifat yang sangat panas. Awan panas bersumber dari dalam perut gunung atau perut bumi yang sumbernya adalah magma yang memiliki suhu yang sangatlah panas
Awan Panas

Awan panas memiliki sifat seperti asap, yaitu mudah terbawa angin menjadikan awan panas juga dapat berpindah tempat sampai membumbung tinggi ke angkasa atau terbang ke daerah lain.

Kecepatan perpindahan awan panas ini juga begitu tinggi, maka dari itu kita harus waspada. Awan panas ini memiliki sifat yang merusak, terlebih apabila melalui tumbuhan, binatang atau bahkan manusia.

Jika jumlah kepulan besar awan panas ini menerjang hutan, maka pohon-pohon yang tumbuh di hutan tersebut dapat mati. Jika awan panas ini menerjang kandang ternak, maka ternak-ternak yang didalam kandang tersebut juga dapat mati.

Tidak lain jika awan panas ini menerjang pemukiman penduduk, maka sangat bisa dipastikan banyak menelan korban jiwa. Selain yang bersifat panas, awan panas ini juga berisi suatu gas-gas yang bersifat tidak baik untuk pernafasan.

Awan panas oleh masyarakat yang terletak di sekeiling gunung berani pada Daerah Yogyakara disebut dengan Wedhus Gembel yang artinya biri-biri. Disebut seperti itu karena awan panas ini memiliki bentuk yang menggulung-gulung layaknya kambing biri-biri.

Terjadi Hujan Abu

Tanda yang paling parah dari tanda-tanda maupun ciri-ciri dari gunung api yang hendak meletus adalah terjadi hujan abu. Jika kita biasanya hujan air, maka lain halnya pada saat gunung berapi pada sekitar kita akan meletus.

Hujan yang turung biasanya adalah abu. Hujan abu menjadi tanda bahwa gunung telah mengalami erupsi atau akan mengalami erupsi yang lebih besar lagi.

Hujan abu ini seperti awan panas, jadi dapat terbawa oleh angin. Abu yang turun berawal dari dalam perut bumi. Oleh sebab massanya yang ringan, maka abu ini terbawa kemanapun angin berhembus.

Jadi tidak harus daerah yang dekat dengan gunungn saja yang dapat terkena hujan abu ini, misalnya pada saat gunung Merapi di Jogjakarta yang sedang mengalami erupsi dan menyemburkan abu vulkanik.
Hujan Abu

Di saat itu angin yang bertiup lebih sering mengarah ke barat. Maka hujan abu yang terjadi yaitu di wilayah yang terletak di barat gunung Merapi.

Di waktu itu, hujan abu bahkan sampai mengguyut Kota Bandung. Sedangkan di daerah yang terletak di timur gunung Merapi (Bahkan yang paling dekat sekalipun seperti Kabupaten Klaten) tidak terkena dampak hujan abu dari gunung Merapi.

Diatas merupakan beberapa tanda ataupun ciri-ciri dari gunung berapi yang akan erupsi atau gunung berapi yang akan meletus. Dengan penjelasan lengkap tersebut, kita harus mengetahui bahwa gunung tersebut akan mengalami erupsi dapat merasakan dari beberapa tanda diatas. Tentu kita harus lebih waspada dan lebih hati-hati.

Penyebab Gunung Meletus

Bencana gunung meletus merupakan kejadian yang besar oleh sebab itu harus ada perhatian khusus. Karena jika tidak diperhatikan dapat mengakibatkan kejadian fatal dan menjadikan banyak korban jiwa. Terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab gunung meletus.

Suatu gunung meletus tidak terjadi begitu saja tanpa ada penyebabnya. Faktor penyebab gunung meletus dapat bersumber dari bumi. Adapun beberapa hal yang merupakan penyebab gunung meletus diantaranya adalah:

Peningkatan Timbulnya Gempa Vulkanik

Satu dari penyebab peristiwa gunung meletus yaitu peningkatan frekuensi munculnya gempa vulkani. Peningkatan munculnya gempa vulkanik ini diawali dengan adanya aktivitas-aktivitas yang tidak biasa terjadi di gunung merapi.

Pengembangan terjadinya gempa vulaknik ini contohnya dengan terjadinya gempa puluhan kali yang dapat dilihat dari rekamana Seismograf. Dan juga, terjadinya perkembangan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya dikarenakan ada pergerakan magma yang ada didalam bumi, hidritermal yang berlangsung pada perut bumi.

Apabila aktivitas seismik dan terjadi gempa yang mengalami peningkatan di beberap hari, maka status gunung berapi itu telah menuju tingkat status waspada, dan masyarakat sekitarnya harus bergegas diarahkan dengan penyuluhan supaya lebih siap dan waspada apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan yang tidak diinginkan

Pergerakan Tektonik Pada Lapisan Bumi

Sebab gunung meletus lainnya yaitu karena pergerakan lempeng tektonik yang terjadi di lapisan bumi. Pergerakan tektonik di struktur lapisan bumi yang terletak pada bawah gunung, contohnya gerakan lepeng dapat menyebabkan terjadi peningkatan tekanan di dapur magma dan pada akhirnya akan menyebabkan magma tersebut terdorong ke atas sampai tepat berada di bawah kawah gunung.

Terjadi Deformasi Pada Badan Gunung

Sebab gunung meletus selanjutnya yaitu karena terdapatnya deformasi di badan gunung. Hal ini dikarenakan oleh meningkatnya gelombang magmet serta listrik menjadikan dapat menyebabkan perubahan terhadap struktur lapisan batuan gunung yang menjadi pengaruh pada bagian dalam.

Lempeng-Lempeng Bumi Yang Saling Berdesakan

Gunung meletus dapat pula terjadi akibat terdapatnya lempengan bumi yang saling berdesakan satu dan lainnya. Hal ini memunculkan tekanan besar menekan serta terjadi dorongan permukaan bumi yang menimbulkan gejala tektonik lain, vulkanik dan juga meningkatkan kegaitan geologi dari gunung.
Lempeng-Lempeng Bumi

Lempeng merupakan satu dari beberapa bagian dari kerak bumi yang aktif bergerak setiap waktu. Pegunungan atau gunung adalah zona antara kedua lempeng saling bertemu, desakan lempeng tersebut juda dapat mengakibatkan berubahnya struktur didalam gunung berapi.

Adanya Tekanan Yang Tinggi

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya kejadian gunung meletus, misalnya yang telah dibahas diatas. Berbagai jenis penyebab gunung meletus seperti yang dijelaskan tersebtu mendorong cairan magma ke atas dan masuk ke saluran kawah kemudian keluar.

Apabila ini sepanjang perjalanan magma dalam melalui saluran kawah itu mengalami penyumbatan, maka dapat menyebabkan ledakan yang besar yang seringkali disebut dengan ledakan gunung berapi. Jika semakin besar tekanan dan volume magmanya, maka akan semakin kuat juga ledakan yang diakibatkan.

Demikianlah beberapa yang dapat menyebabkan adanya gunung meletus. Hal-hal yang telah dijelaskan diatas kebanyakan berasal dari bumi. Penyebab-penyebab itu tidak dapat kita lihat dari luar bumi, tetapi memiliki pengaruh yang besar sebagai penyebab proses terjadinya gunung meletus.

Dampak Gunung Meletus

Bencana alam yang terjadi di dunia ini sangatlah banyak macamnya. Salah satunya yaitu bencana alam yang terjadi di bumi ini adalah gunung meletus. Sebenarnya meletusnya gunung berapi ini dapat dilakukan antisipasi dalam hal korban jiwa, karena terjadinya pasti menyertakan tanda-tanda.

Tetapi untuk kerugian dalam bentuk material mungkin akan lebih sulit diprediksi atau dihindari, karena gunung meletus tidak akan dapat bisa dicegah. Yang ada kita harus mengusahakan tindakan menyelamatkan diri sendiri. Adapun dampak dari gunung meletus, antara lain:

Dampak Negatif

Kerugian Materiil
Yang sangat terlihat tentang dampak dari bencana alam yaitu kerugian material atau kekayaan dalam bentuk harta benda. Gunung meletus bisa mengakibatkan masyarakat kehilangan banyak harta bendanya.

Walaupun sebenarnya kekayaan seperti uang, ternak, dan perabotan rumah tangga dapat terselamatkan tetapi untuk rumah misalnya, benda tetap seperti itu tidak bisa dipindahkan menjadikan tetap akan menjadi korban pada saat lahar panas melewatinya.

Banyak Lahan Pertanian Dan Perkebunan Rusak
Selain rumah serta gedung, yang akan rusak adalah lahan pertanian dan perkebunan penduduk. Kebanyakan masyarakat yang berada di sekitar gunung memiliki profesi sebagai petani, baik di sawah ataupun dikebun.

Pada saat lahan pertanian atau perkebunan mereka terkena lahar gunung berapi, maka otomatis akan rata dengan material perut bumi baik pasir ataupun bebatuan. Dengan seperti itu sulit untuk melakukan penanaman sebelum membersihkan material-material tersebut.

Banyak Rumah Yang Hancur
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa beberapa harta kekayaan penduduk tidak bisa dipindahkan, yaitu mencakup bangunan dan tanah. Pada saat lahar panas menerjang maka rela tidak rela masyarakat harus mengikhlaskan rumah mereka rusak karena terkena terjangan lahar panas tersebut.

Banyak Binatang Dan Tumbuhan Yang Mati
Kerugian yang bukan saja dialami oleh manusia saja, tetapi juga dialami oleh binatang dan juga tumbuh-tumbuhan. Memang benar bahwa sebelum terjadi gunung meletus, binantang yang berada di gunung akan turun untuk penyelamatan diri mereka.

Tetapi tidak semua binatang akan turun. Bagi binatang yang merasa terlalu berbahaya jika turun ke bawah, mereka akan mati sebab suhu panas yang terjadi di area gunung. Apalagi tumbuhan sebagai makhluk pasif, banyak pepohonan yang tentu saja akan mati.

Dampak Positif

Selain dari dampai negatif, gunung meletus juga membawa dampak positif. Dampak positif dari gunung meletus adalah tingkat kesuburan tanah menjadi tinggi. Material yang dikeluarkan gunung berapi memiliki sifat sangat subur, menjadikan pada saat material tersebut menutupi permukaan bumi, maka tanahnya menjadi lebih subur.

Itulah beberapa dampak dari meletusnya gunung berapi. Lebih banyak dampak negatif daripada dampak positif yang diterima. Untuk itu kita harus selalu waspada pada saat merasakan dan melihat tanda-tanda gunung akan meletus.

Gunung Meletus Di Indonesia

Di Indonesi masih banyak gunung meletus hingga saat ini. Beberapa diantaranya pernah memiliki catatan sebagai rekor dengan letusan yang sangat dahsyat sampai membuat dunia ikut merasakan dampaknya. Adapun gunung meletus di Indonesia antara lain:

Gunung Kelud, Kediri
Gunung Kelud

Dari sejak abad ke-15 Masehi, letusan gunung kelud telah menelan korban sampai lebih 15.000 jiwa. Letusan gunung kelud sebelumnya telah terjadi di tahun 1586 yang mengakibatkan korban lebih dari 10.000 jiwa.

Di tahun 1926 suatu sistem yang berguna untuk mengalihkan aliran lahar sudah dibuat secara ekstensif dan sampai saat ini masih berfungsi.

Gunung Galunggung, Tasikmalaya

Gunung Galunggung pernah juga masuk catatan rekor letusan paling dahsyat sendiri di tahun 1882M. Awal dari tanda-tandan di letusan ini diketahui di bulan Juli tahun 1822M, dimana air Cikunir warnanya berubah menjadi keruh dan berlumpur. Dari hasil penelitian menghasilkan bahwa air yang keruh tersebut panas dan muncul asap dari kawah.

Gunung Krakatau, Selat Sunda

Krakatau merupakan salah satu gunung berapi yang mempunyai letusan sangat terkenal dan sangat menjadi legendan di dunia, dampak yang disebabkan hingga sampai Eropa dan Amerika, bahkan rumah produksi film yang berada di Barat Mengabadiman momen ini dengan membuat film tentang dahsyatnya letusan gunung krakatau ini.

Gunung Maninjau, Sumatera Barat

Kaldera maninjau terbentuk dari hasil letusan gunung yang telah diperkirakan terjadi sekitar 52 abad yang lalu. Peninggalan dari letusan ini ditemukan dalam distribusi radial sekitar Maninjau yang membentang sampai 50 Km dari sebelah timur, 75Km di tenggaran dan barat ke pantai, yang mempunyai volume 220-250 Km dan panjang 20 Km serta lebar 8Km.

Cara Mencegah Dan Mengatasi Gunung Meletus

Gunung berapi dapat menjadi sahabat jika kita dapat memanfaatkannya dengan arif dan bijaksanan dan juga mengenalnya dengan baik. Supaya gunung meletus tidak mengakibatkan korban dalam jumlah banyak, maka dari itu kita harus melakukan usaha-usaha pengenalan dan mengatasi bencana. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain:

Persiapan Dalam Menghadapi Sebelum Gunung Berapi Meletus

  • Mengenali daerah sekitar yang aman untuk dijadikan tempat pengungsian
  • Membuat rencana penanganan bencana
  • Menyiapkan tempat untuk dijadikan pengungsian
  • Menyiapkan keperluan-keperluan dasar

Apabila Terjadi Letusan Gunung Berapi

  • Pergi jauh dari daerah yang rawan bencana seperti lembah, lereng gunung dan daerah yang dialiri oleh lahar.
  • Melakukan perlindungan ketika berada di tempat terbuka, lindungi diri dari abu hasil letusan dan awan panas.
  • Menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh
  • Jangan memakai kacamata atau lensa kontak lainnya
  • Memakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung supaya debu tidak terhirup
  • Ketika awan panas turun, upayakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

Sesudah Terjadi Letusan Gunung Berapi

  • Menjauh dari daerah yang terkena hujan abu
  • Membersihkan atap dari timbunan abu. Karena timbunan abu yang berat dapat merusak dan meruntuhkan atap bangunan.
  • Menghindari untuk mengendarai mobil pada daerah yang terkena hujan abu karena dapat merusak mesin.

Itulah penjelasan lengkap tentang gunung meletus dan. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.

Yuk Baca Juga: