Pengertian Bulu Tangkis, Teknik, Lapangan dan Peralatannya

Posted on

Bulu Tangkis adalah olahraga yang seringkali dimainkan dalam sebuah turnament atau kompetisi open baik di dalam atau luar negeri. Permainan yang disebut juga dengan badminton ini merupakan olahraga yang memakai raket.

Permainan ini bisa dimainkan oleh dua orang dalam permainan tunggal dan 2 pasang dalam permainan ganda. Di Indonesia sendiri sering kita melihat tayangan di Televisi kejuaraan Bulu Tangkis tingkat dunia seperti Uber Cup, Piala Thomas dan lain sebagainya.

Berikut ini kami akan mengulas secara lengkap definisi bulu tangkis, hingga bagaimana sejarahnya serta cara bermain olahraga raket ini.

Pengertian Bulu Tangkis

Secara harfiah, olahraga bulu tangkis berasal dari kata Bulu” dan tangkis. Kata bulu adalah suatu perwujudan yaitu bentuk kok (shuttlecock) yang bahan untuk membuatnya adalah bulu angsa.

Lalu tangkis merupakan kata dasar dari menangkis. Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa bulu tangkis yaitu sebuah permainan dengan teknik menangkis pergerakan dari kok (shuttlecock).

Adapun tujuan dari permainan bulu tangkis adalah untuk mengumpulkan poin hingga berjumlah 21. Pemain yang bisa mencapai poin hingga 21 lebih dulu artinya ialah sebagai pemenang permainan.

Di dalam permainannya, bulu tangkis harus sesuai dengan peraturan yang ada didalam IBF (International Badminton Federation) atau jika dahulu namanya adalah BWF (Badminton World Federation).

IBF memberikan kebijakan yang harus ditaati dalam hal perlengkapan dan peralatan yang digunakan di permainan bulu tangkis ini. Tetapi bukan itu saja, setiap yang berkepentingan di bulu tangkis juga harus mengikuti peraturan tersebut, seperti pada produsen peralatan (raket, shuttlecock, dll).

Kita sudah tahu, bahwa permainan ini sangat diterima diseluruh elemen masyarakat. Sehingga saat ini sudah ke seluruh dunia banyak yang memainkannya.

Sejarah Bulu Tangkis

Bulu tangkis muncul dan berkembang sekitar 200 tahun yang lalu di negara Mesir Kuno. Nenek moyang permainan ini yaitu permainain yang berasal dari negara Tionghoa bernama “Jianzi”. Dimana dalam permainan ini adalah menggunakan bola tetapi tidak memakai raket.

Adapun tujuan dari permainan Jianzi sendiri yaitu pemain harus bisa mempertahankan bola selama mungkin supaya tidak jatuh menyentuh tanah.

Kemudian di zaman pertengahan di Inggris, permainan bulu tangkis dikenal dan dipermainkan oleh anak-anak. Ketika itu disebut dengan “battledores” atau shuttlecocks.

Selanjutnya permainan bulu tangkis terus populer sehingga di tahun 1854 olahraga ini masuk dalam sebuah majalah London yang bermana “Punch”. Majalah itu juga mengenalkan kartun dari olahraga ini.

Dan kemudian, oleh warga Inggris permainan ini dibawa dan diperkenalkan hingga ke negara Jepang, Tiongkok dan Siam.

Olahraga ini ditemukan oleh seroang petugas tentara Britania di Pune India pada abad ke 19 ketika mereka tengah menambah alat-alat jaring atau net dan dimainkan dengan berlawanan.

Oleh karena itu kota Pune juga dikenal sebagai “Poona” yang membuat permainan bulu tangkis mempunyai sebutan “Poona”.

Lalu pada tahun 1850-an para pasukan Inggris membawanya ke negara mereka. Di tahun 1877 adalah tahun pertama pembuatan rancangan aturan yang ditulis oleh klub badminton Bath.

Kemudian, di tahun 1893 dibuat suatu asosiasi bulu tangkis di Inggris. Serta kejuaraan All Englah merupakan perlombaan internasional pertama yang di selenggarakan pada tahun 1899.

Seiring perkembangan yang pesat, maka dibentuklah organisasi yang mengatur kegiatan bulu tangkis internasional. Maka dibentuk IBF (International Badminton Federation) pada tanggal 1934 yang memiliki anggota dari beberapa negara.

Di Indonesia sendiri dibentuk PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) pada tanggal 5 Mei 1951. Selanjut pada tahun 1953 Indonesia masuk menjadi anggota IBF dan ikut dalam pertandingan-pertandingan internasional.

Peraturan Bulu Tangkis

bulu tangkis
Badminton

Dalam permainan bulu tangkis, terdapat beberapa peraturan yang harus diikuti, antara lain yaitu:

a. Pemain (player) di permainan ini terdiri dari:

  • Pemain tunggal (single)
  • Pemain ganda (double)
  • Pemain ganda campuran (mixed double)

b. Pertandingan bulu tangkis dipimpin oleh seorang wasit dengan dibantuk oleh empat hakim garis. Jika bola keluar garis, isyarat yang ditujukkan oleh hakim garis adalah dengan merentangkan kedua tangannya ke samping.

c. Sebelum permainan bulu tangkis dimulai, akan dilakukan toss (undian) lebih dulu untuk menentukan tempat atau melakukan servis terlebih dahulu untuk regu yang memenagkan undian/toss.

d. Perhitungan (scorring) di bulu tangkis mempunyai ketentuan antara lain:

  • Dilakukan dengan dua kali atas kemenangan.
  • Berlaku sejak tanggal 1 Februari 2006, semua partai dari permainan menggunakan sistem “Pemenang dua dari tiga set” (best of three) yang masing-masing bisa diraih dengan sistem penilaian rally point, yakni dengan jumlah setiap game 21 dan jika terjadi suatu kedudukan poin 20-20 maka disebut dengan “deuce” atau “yus” sehingga untuk bisa mencari kemenangan setelah kedudukan tersebut dapat selisih nilai 2 poin lebih dulu harus diraih.

e. Apabila pihak server (inside) melakukan suatu kesalahan, maka penerima server (outside) akan dinyatakan pindah bola dan memperoleh nilai satu poin.

f. Apabila penerima servers melakukan suatu kesalahan, pemain server memperoleh nilai satu poin.

g. Server melakukan kesalahan apabila:

  • Letak shuttlecock (kok) ketika akan dipukul lebih tinggi dari pinggang server.
  • Ketika shuttlecock (kok) dipukul, badan raket tidak bisa diarahkan ke bawah sedemikian rupa sehingga semua bagian kepala raket ini tidak secara jelas dan nyata berada di bawah tangan server yang akan sedang memegang raket.

Teknik Bulu Tangkis

Layaknya seperti olahraga lainnya, dalam bulu tangkis memiliki teknik yang harus dikuasai. Hal ini akan meningkatkan seorang pemain bulu tangkis yang handal dan profesional.

Teknik ini sangat penting, selain bisa menjaga kebugaran jasmani, teknik yang benar juga menjadi modal awal dan bisa menunjang agar permainan yang dihasilkan bisa berkualitas.

Berikut ini adalah beberapa teknik dalam permainan bulu tangkis, yaitu:

1. Cara Memegang Raket (Grip)

Seoraang pemain bulu tangkis yang berkualitas sangat ditentukan oleh teknik dasar yang harus bisa ia kuasai. Teknik ini adalah cara memegang raket.

Cara memegang raket ini adalah teknik yang bisa mempengaruhi kualitas pukulan yang dihasilkan oleh pemain. Bagi pemain pemula, teknik ini harus sangat dikuasai terlebih dulu agar bisa melanjutkan ke teknik dasar permainan selanjutnya.

Teknik dalam memegang raket memiliki 2 macam, berikut penjelasannya:

#1 Pegangan Forehand

Cara memegang raket dengan teknik gaya pegangan forehand yaitu:

  • Memegang raket dengan memakai tangan kiri dan posisi kepala raket menyamping. Raket dipegang seperti seolah berjabat tangan. Bentuk “V” tangan digenggamkan di bagian gagang raket.
  • Tiga jari, adalah jari tengah, jari manis, dan juga kelingking menggenggam raket, lalu jari telunjuk agak memisah.
  • Ibu jari diposisikan diantara tiga jari, dan telunjuk.

#2 Pegangan Backhand

Cara memegang raket dengan teknik pegangan backhand adalah geser “V” tangan menuju arah dalam. Selanjutnya bantalan jempol diletakkan di pegangan raket yang lebar.

2. Footwork (Gerakan Kaki)

Adapun gerakan footwork berfungsi sebagai penyangga tubuh agar badan bisa ditempatkan pada posisi yang sangat memungkinkan untuk melakukan gerakan pukulan yang efektif.

Sehingga, supaya pukulan bisa dengan lancar dilakukan, posisi dari pemain harus tepat dan juga memiliki kecepatan gerak. Kecepatan gerak kaki ini tidak dapat terjadi jika gerakan kaki tidak teratur.

3. Hitting Position

Posisi ketika memukul shuttlecock (kok) juga dapat dinamakan sebagai preparation. Waktu yang ada sebelum masa persiapan juga akan digunakan untuk menentukan pukulan mana yang dipakai nantinya.

Oleh sebab itu, posisi persiapan ini begitu krusial untuk dilakukan dengan sangat baik agar menghasilkan pukulan yang berkualitas. Berikut adalah hal yang harus diperhatikan dalam melakukan hitting position.

#1 Overhead Untuk Pegangan Tangan Kanan

Cara untuk melakukan overhead untuk pegangan tangan kanan:

  • Posisi badan menyamping menghadap net.
  • Kaki kanan berada di belakang kaki kiri.
  • Ketika memukul bola, pemain harus mengalami perpindahan beban berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
  • Posisi badan harus selalu pada posisi belakang bola yang akan dipukul.

#2 Pukulan Underhand Net

Cara melakukan pukulan underhand net yaitu:

  • Satu kaki pemain diposisikan di depan.
  • Lutut kaki kanan dibengkokkan, maka paha di bagian bawah agak turun.
  • Kerendahan diatur dengan melihat ketinggian bola yang nanti akan dipukul.
  • Sementara, pada waktu bola dipukul, posisi kaki kiri harus tetap berada di belakang dan juga hanya bergeser ke arah depan sedikit.

4. Servis

Servis adalah pukulan pertama kali yang dilakukan untuk memulai permain bulu tangkis. Servis juga dipakai setelah pukulan mati. Apabila dalam melakukan servis salah, maka hal itu akan memberikan keuntungan atas pihak lawan dan memberi poin kepada pihak lawan.

Teknik jenis ini harus mendapatkan perhatian paling penting sebelum memberikan teknik lain dalam permainan bulu tangkis.

Servis dibagi menjadi 3 jenis yaitu, servis pendek, servis tinggi, dan servis setengah tinggi (flick). Dibawah ini adalah penjelasannya:

Servis Forehand

  • Servis Forehand Pendek

Memiliki tujuan untuk memaksa lawan agar tidak dapat melakukan serangan. Maka secara otomatis lawan akan berada di posisi pertahanan. Cara melakukan servis forehand pendek ini adalah shuttlecock (kok) harus dipukul dengan ayunan raket yang relatif pendek.

Dan ketika daun raket mengenai kok, siku dalam keadaan bengkok yang bertujuan untuk menghindari pemakaian tenaga pergelangan tangan. Dan juga perhatikan peralihan titik berat badan pemain.

  • Servis Forehand Tinggi

Servis ini biasa diterapkan ketika permainan tunggal bulu tangkis berlangsung. Adapun cara untuk melakukan servis forehand tinggi yaitu:

  • Berkonsentrasi penuh terhadap kok yang akan dipukul.
  • Kok dipukul dengan sekuat tenaga, yang fungsinya supaya kok bisa melayang tinggi dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan.
  • Buka kedua kaki selebar bagu ketika memukul kok dan kedua kaki itu selalu kontak dengan lantai.
  • Memperhatikan gerakan dari ayunan raket.
  • Ikuti dengan gerakan peralihan titik berat badan dari kaki belakang ke kaki depan yang harus berjalan secara terus menerus dan juga harmonis.
  • Lakukan dengan sempurna.

Servis Backhand

Dua cara servis diatas, biasa dipakai dalam permainan tunggal. Berbeda dengan servis backhand yang bisa dipakai di permainan ganda. Cara untuk melakukan servis backhand yaitu:

  • Salah satu kaki diposisikan di depan, ujung kaki kanan menghadap ke sasaran yang menjadi target.
  • Buka kedua kaki selebar pinggul, ikuti dengan lutut dengan membengkok. Sementara sikap badan tetap rileks dan dalam posisi konsentrasi.
  • Kemudian ayunan raket relatif pendek, maka nanti shuttlecock hanya didorong dengan bantuan peralihan berat badan dari belakang ke kaki depan, dengan irama gerak yang continue dan harmonis.
  • Arahkan kok dengan tepat.

5. Underhand

Dalam melakukan teknik ini, pemain harus terampil dalam berlari dengan langkah kaki yang lebar. Kaki kanan terletak di depan kaki kiri untuk bisa mengjangkau jatuhnya kok. Pada saat menjangkau ini, siku dalam posisi bengkok dan juga tetap pertahankan tubuh di sikap yang tegak.

Sehingga lutut kanan pada posisi tertekuk. Fungsi dari teknik underhand antara lain:

  • Agar bisa mengembalikan pukulan pendek atau permainan net dari lawan.
  • Merupakan cara pertahanan akibat dari pukulan seragan lawan. Sebab, jika pemain sedang di posisi tertekan di dalam permainan. Maka pemain harus melakukan penyelamatan dengan cara mengangkat kok tinggi ke daerah belakang ke arah lapangan lawan.
  • Bisa dilakukan dengan teknik pukulan forehand dan backhand.

Cara melakukan pukulan underhand yaitu:

Loading...
  • Pegangan raket forehand untuk underhand forehand, sedangkan pegangan backhand untuk underhand backhand.
  • Pergelangan tangan berada di posisi agak bengkok ke belakang, siku juga seperti itu.
  • Sambil melangkahkan kaki kanan ke depan, ikuti dengan ayunan raket ke belakang selanjutnya pukul kok dan ketika perkenaan kok, posisi tangan lurus.
  • Kok dipukul kira-kira dekat dengan kaki kanan di bagian luar.
  • Posisi akhir raket sesuai dengan arah bola.

6. Overhead Clear atau Lob

Overhead clear biasa juga disebut dengan pukulan lob, yaitu pukulan jauh dengan hasil shutttlecock yang melambung. Pukulan overhead clear ini harus serius dikuasai oleh pemain.

Karena pukulan ini sama juga dengan jenis pukulan lainnya. Pukulan overhead clear dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Deep lob atau clear, yaitu pukulan yang bolanya tinggi ke belakang.
  • Attackin lob atau clear, yaitu pukulan yang bolanya tidak begitu tinggi.

Cara melakukan pukulan overhead clear/pukulan lob adalah sebagai berikut:

  • Terapkan pegangan jenis forehand dan pegang raket di samping bahu.
  • Badan mengarah kesamping ke arah net.
  • Posisi kaki kanan diletakkan di belakang kaki kiri dan juga juga ketika memukul kok, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
  • Posisi badan siap selalu dalam posisi di belakang kok ketika memukul kok.
  • Kok dipukul seperti ketika gerakan melempar.
  • Ketika perkenaan bola, tangan harus berada di posisi lurus.
  • Posisi akhir raket menyesuaikan kearah koko, lalu dilepas, sementara raket jatuh di depan badan.
  • Lecutkan pergelangan di raket ketika perkenaan dengan bola.

7. Smash

smash
Kevin melakukan Smash

Smash adalah gerakan yang sangat terkenal daripada dengan gerakan teknik lainnya. Smash yaitu jenis pukulan yang sangat keras dan tajam. Tujuannya adalah tidak bukan untuk mematikan lawan secepat-cepatnya.

Olahraga dengan Pemukul Ringan: Tenis Meja

Pukulan smash dapat dilakukan ketika berada di posisi sikap diam atau berdiri dan juga bisa sambil lompat atai king smash. Pemain harus bisa menguasai teknik smash ini dengan sempurna agar pukulan yang terjadi bisa memuaskan.

Salah satu manfaat dari pukulan smash adalah supaya terjadi peningkatan dalam permainan bulu tangkis. Dibawah ini adalah cara melakukan teknik pukulan smash.

  • Memperhatikan pegangan terhadap raket.
  • Sikap badan dibuat rileks namun harus kondisi lentur, kedua lutut dibengkokkan dan juga terus menjaga konsentrasi penuh pada kok.
  • Perkenaan raket dan kok diatas kepala dengan cara meluruskan lengan agar bisa menjangkau kok dengan setinggi mungkin dan juga pergunakan tenaga pergelangan tangan ketika memukul kok.
  • Gerakan lanjutan dilakukan yaitu dengan mengayunkan raket secara sempurna ke depan badan.

8. Dropshot

Pukulan dropshot adalah suatu pukulan yang meluncurkan kok pada daerah lawan yang sangat dekat dengan net. Ciri dari pukulan dropshot adalah shuttlecock (kok) berusaha untuk dijatuhkan di dekat net di area lapangan lawan.

Apabila kok jatuh yang mendekati net dan tidak melewati garis ganda, maka bisa disebut bahwa dropshot tersebut baik dan benar. Ketika melakukan pukulan dropshot, pemain harus memakai perasaan agar jatuhnya kok sedekat dan setipis mungkin dengan garis serang area lapangan lawan.

Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi pukulan dropshot antara lain sebagai berikut:

  • Pegangan raket
  • Gerakan kaki yang cepat
  • Posisi badan
  • Proses perpindahan berat badan yang harmonis ketika waktu memukul.

Cara melakukan teknik pukulan dropshot yaitu sebagai berikut:

  • Memakai pegangan forehand.
  • Memegang raket dan memposisikannya disamping bahu.
  • Posisikan badan menyamping membentuk vertikal dengan arah net, sedangkan kaki kanan diposisikan berada di belakang kaki kiri.
  • Ketika waktu memukul kok, usahakan terjadi pemindahan antara beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
  • Berusaha untuk selalu memposisikan badan dibelakang kok.
  • Ketika perkenaan kok, tangan harus berada di posisi lurus mengjangkau dan juga dorong dengan gerakan sentuh halus.
  • Posisi akhir raket mengikuti arah gerakan shuttlecock.
  • Memperhatikan gerak langkah dan jaga keseimbangan badan pada saat memukul dan setelah memukul kok.

9. Netting

Netting adalah suatu pukulan pendek yang dijalankan di depan net dan juga berusaha mengarahkan ke depan net pada area lapangan lawan.

Ciri atau karakter dari netting adalah kok senantiasa jatuh secara bergulir sangat dekat dengan jaring net di area lapangan lawan. Terdapat faktor yang mempengaruhi pukulan netting antara lain:

  • Koordinasi gerakan kaki.
  • Gerak lengan.
  • Keseimbangan tubuh.
  • Posisi raket dan kok ketika perkenaan.
  • Daya

Cara Melakukan pukulan atau teknik netting yaitu:

  • Pegangan raket memakai gaya forehand untuk forehand net, lalu gaya backhand untuk backhand samping net/jaring.
  • Memposisikan siku di keadaan agak membengkok dan juga pergelangan ditekuk sedikit ke belakang.
  • Pada saat memukul, kaki kanan diletakkan di depan dan juga kok dipukul pada saat setinggi mungkin.
  • Ketika sebelum perkenaan kok, lakukan gerakan tarikan kecil di pergelangan tangan. Pukul bola di bagian lengkung kanan dan juga kiri sampai pada bagian bawah kok. Akhir kepala raket sejajar atau menghadap dengan langit-langit.

10. Drive

Teknik pukulan drive yaitu cara pukulan yang cepat dan mendatar. Seringkali pukulan ini dipakai ketika permainan ganda. Pukulan drive bertujuan untuk menghindari lawang melakukan serangan. Dan juga sebaliknya, memaksa lawan untuk mengangkat kok dan berada di posisi bertahan.

Pukulan drive akan membutuhkan kekuatan otot bahu dan juga menggunakan lecutan pergelangan ketika kok sedang dipukul.

Lapangan Bulu Tangkis

Lapangan bulu tangkis mempunyai bentuk persegi panjang. Lapangan tersebut dibagi menjadi dua bagian yakni bidan permainan yang saling berhadapan dan terpisah dengan net yang dibentangkan di tengah lapangan.

Pada lapangan bulu tangkis di beri garis yang memiliki nama yaitu:

  • Garis servis depan
  • Garis servis tengah
  • Garis servis samping (pada permainan tunggal sisi kiri dan kanan)
  • Garis servis belakang (pada permainan ganda)

Masing-masing garis tersebut memiliki ketebalan sekitar 40 mm (4cm). Dan diberi warna yang kontras dengan warna lapangan, sehingga lebih mudah dilihat.

Untuk alas lapangan biasanya berbahan dasar sintesis yang lunak dan juga kayu. Dan tidak boleh untuk memakai permukaan lapangan yang bahannya dari bahan sintesis keras seperti beton. Karena dapat menyebabkan cidera pemain.

lapangan bulu tangkis
Ukuran Lapangan Bulu Tangkis Internasional

Adapun ukuran lapangan bulu tangkis yang ditentukan dengan standar internasional adalah sebagai berikut:

  • Panjang lapangan bulu tangkis adalah 13,40 M.
  • Lebar lapangan bulu tangkis adalah 6,10 M.
  • Jarak garis servis depan dengan garis net 1,98 M.
  • Jarak garis servis tengah dengan garis samping lapangan adalah 3,05 M.
  • Jarak garis servis belakang (pada permainan ganda) dari garis belakang lapangan adalah 0,76 M.
  • Jarak garis samping (pada permainan tunggal) dari garis pinggir lapangan adalah 0,46 M.
  • Tinggi tiang net adalah 1,55 M.
  • Tinggi net adalah 1,52 M.

Tidak hanya itu, ada ukuran lapangan mini yang digunakan pada permainian bulu tangkis anak usia dibawah 9 tahun. Yang mempunyai ukuran panjang yaitu 10,05 Meter dan lebar 4,40 meter. Di setiap ukuran lapangan bulu tangkis ini berbeda, yang tergantung dari jumlah para pemainnya.

Lapangan Bulu Tangkis Partai Tunggal

Di permainan bulu tangkis partai tunggal , lebar lapangan memakai garis lapangan samping bagian dalam. Dan juga panjangnya memakai garis belakang bagian luar.

Sementara daerah permainan di partai ganda lebarnya memakai garis luar di samping lapangan. Dan panjangnya memakai garis belakang di bagian luar.

Rincian ukuran lapangan bulu tangkis untuk permainan tunggal yaitu:

  • Panjang area permainan adalah 13,40 m.
  • Lebar area permainan yaitu 5,18 m.
  • Panjang area penerima servis yaitu 4,72 m.
  • Lebar area penerima servis yaitu 2,59 m.

Lapangan Bulu Tangkis Parta Ganda

Di permainan bulu tangkis partai ganda, lebar daerah permainan menggunakan garis lapangan samping sisi di dalam, sementara panjangnya memakai garis belakang sisi luar. Lebar daerah permainan partai ganda menggunakan garis luar sisi samping dan juga panjangnya menggunakan garis belakang bagian luar.

Rincian ukuran lapangan bulu tangkis untuk permainan ganda adalah:

  • Panjang area permainan adalah 13,40 m.
  • Lebar area permainan adalah 6,10 m.
  • Panjang area penerima servis adalah 3,96 m.
  • Lebar area penerima servis adalah 3,05 m.

Sarana dan Prasarana Bulu Tangkis

Dalam permainan bulu tangkis memiliki beberapa peralatan yang dipakai antara lain yaitu:

#1 Raket

raket bulu tangkis
Raket Bulu Tangkis

Raket pada umumnya terbuat dari bahan dasar kayu. Tetapi saat ini perkembangannya, raket sudah menggunakan banyak bahan seperti alumunium atau logam ringan. Hampir seluruh pemain profesional memakai raket yang terbuat dari komposit serat karbon (plastik bertulang grafit).

Suka Renang? Baca Yuk Definisi Renang dan Manfaatnya

Serat karbon mempunyai kekuatan yang hebat di dalam perbandingan karena berat, kaku dan dapat memberikan permindahan energi kinetik yang baik. Tetapi terdapat beberapa modal yang rendahan juga tetap menggunakan baja atau alumunium di sebagian atau seluruh bahan raket.

#2 Senar

Senar adalah bagian atau peralatan penting di permainan bulu tangkis. Jenis senar juga mempunyai ciri-ciri yang berbeda satu sama lainnya. Kuat senar dan kokoh/keawetan di senar juga tergantung dengan kinerja yang dihasilkan.

Seringkali senar di permainan ini memiliki ketebalan 21 ukuran dan juga diuntai dengan ketegangan 18 hingga 30+ lb.

#3 Shuttlecock (kok)

shuttlecock
Shuttlecock atau Kok

Kok yang dipakai di permainan badminton biasanya terbuat dari rangkaian bulu angsa. Yang sudah disusun membentuk kerucut terbuka. Dan mempunyai pangkal yang bentuknya setengah bola yang terbuat dari bahan gabus. Namun sering juga ditemukan shuttlecock dengan bahan dasar plastik.

#4 Sepatu

Perlengkapan yang dibutuhkan pemain di permainan bulu tangkis adalah sepatu. Sepatu yang dipakai untuk menghasilkan kecepatan dalam permainan di sepanjang lapangan.

Sepatu badminton membutuhkan sol karet yang fungsinya agar bisa mencengkram dengan baik. Lebih dari itu, terdapat pula dinsing sisi yang bertulang di sepatu yang berfungsi agar tahan lama ketika tarik menarik antar alas yang dilakukan.

Selain dampak positif, sepatu juga memiliki dampak negatif yakni bisa mengakibatkan stress atau ketegangan di lutut serta di pergelangan kaki.

Makalah Bulu Tangkis

Berikut ini kami sediakan beberapa makalah tentang Bulu Tangkis yang bisa kalian lihat di:

Demikianlah pembahasan tentang Bulu Tangkis atau Badminton. Semoga bisa bermanfaat dan memberikan wawasan untuk kalian.