Pengertian Akuntansi Keuangan dan Standarisasinya

Posted on

Dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi, peranan akuntansi sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, terlebih hal itu adalah akuntansi keuangan. Ilmu akuntansi sangat penting terutama dalam memberikan penjelasan setiap laporan keuangan.

Laporan keuangan ini biasanya akan di presentasikan kepada para pemegang saham, kreditor, pemasok atau dalam pemerintahan.

Untuk lebih detailnya, silakan simak pembahasan tentang akuntansi keuangan dibawah ini dengan seksama.

Pengertian Akuntansi

Di Wikipedia, Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi berhubungan dengan proses menyiapkan laporan keuangan untuk pihak luar, dalam hal ini pemegang saham, kreditor, pemasok, dan juga pemerintah.

Definisi akuntansi keuangan lainnya adalah sebuah tata cara atau sistem yang menjelaskan informasi keuangan, dan penyusunan laporan, penyiapan laporan mengenai dicatatnya transaksi-transaksi keuangan untuk perusahaan.

Akuntansi keuangan menggambarkan suatu pertanggungjawaban keuangan yang dipercayakan oleh pemilik uang atau dana dari pihak luar perusahaan terhaadap suatu manajemen perusahaan.

Pengertian Akuntansi Keuangan Menurut Para Ahli

pengertian akuntansi keuangan

#1  Martani (2012:8)

Akuntansi keuangan berorientasi pada pelaporan pihak eksternal. Beragamnya pihak eksternal dengan tujuan spesifik bagi masing-masing pihak membuat pihak penyusun laporan keuangan menggunakan prinsip dan asumsi-asumsi dalam penyusunan laporan keuangan.

Untuk itu diperlukan standar akuntansi yang dijadikan pedoman baik oleh penyusun maupun oleh pembaca laporan keuangan. Laporan yang dihasilkan dari akuntasi keuangan berupa laporan keuangan untuk tujuan umum.

#2 Kieso dan Weygant (Intermediate Accounting, 2000:6)

Akuntansi keuangan yaitu sebuah rangkaian proses yang pada akhirnya berujung di penyusunan laporan keuangan yang hubungannya dengan perusahaan secara menyeluruh agar digunakan oleh pihak internal atau pihak eksternal dari perusahaan.

#3 Jogianto (1997, 54)

Akuntansi keuangan yaitu memberikan informasi yang relevan dalam bentuk laporan-laporan periodik, balance sheet, income statement, retained earning, laporan perubahan modal yang dipakai oleh pihak internal ataupun eksternal perusahaan sebagai bahan mempertimbangkan dalam mengambil keputusan.

#4 Sugiarto (2002)

Akuntansi keuangan yaitu bagian pada akuntansi yang hanya khusus di penyiapan laporan keuangan sebuah perusahaan dengan berkala. Laporan tersebut bermanfaat sebagai pertanggungjawaban pihak manajemen kepada para pemegang saham. Adapun persamaan akuntansi yang dipakai yaitu Aset = Lialibilitas + Ekuitas. Hal tersebut mengarah kepada Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

#5 Fess dan Warrant (1999:10)

Akuntansi keuangan yaitu bagian akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan data aktivitas ekonomi sebuah perusahaan. Laporan itu merupakan bahan yang bisa digunakan oleh pihak yang mempunyai kepentingan.

Fungsi Akuntansi Keuangan

Adapun fungsinya yaitu:

  • Untuk dapat mengetahui serta menghitung keuntungan (laba) atau rugi yang telah diperoleh dalam perusahaan
  • Untuk bisa menyediakan informasi yang dapat bermanfaat untuk manajemen perusahaan
  • Untuk dapat membantu dalam menetapkan hak setiap pihak yang memiliki kepentingan di perusahaan, baik pihak dalam (internal) atau pihak luar (eksternal).
  • Sebagai pengawasan dan pengendalian seluruh kegiatan yang ada di perusahaan
  • Untuk membantu perusaan dalam proses mencapai target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Tujuan Akuntansi Keuangan

  • Supaya memberikan informasi yang terpecaya tentang suatu perubahan sumber ekonomi netto sebuah perusahaan yang timbul sebab aktivitas dalam rangka memperoleh keuntungan (laba).
  • Untuk menyediakan informasi yang bisa dipercaya berkaitan dengan Aktiva, kewajiban dan modal di perusahaan.
  • Untuk membantuk yang berkepentingan dalam merencanakan apa potensi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan (laba).
  • Untuk memberikan informasi yang penting yang berkaitan dengan suatu perubahan sumber-sumber ekonomi dan kewajiban, seperti informasi tentang aktiva belanja.
  • Menampilkan sebuah informasi yang berhubungan dengan suatu laporan keuangan yang relevan jika dibutuhkan dalam laporan keuangan.

Tahap Pembelajaran Akuntansi Keuangan

Pengantar Akuntansi Dasar

Memahami suatu Persamaan Dasar-Dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Penyusunan Kode Akun (Chart of Account), Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, Jurnal Umum (General Ledger), Pembuatan Kertas Kerja (Worksheets) Laporan Keuangan. Baca Juga: Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Akuntansi Keuangan Menengah

Akuntansi Biaya, Penyusunan Laporan Keuangan (Contoh Laporan Akuntansi Keuangan), Pemahaman tentang Prosedur Akuntansi dan Keuangan, mencakup

  • Kebijakan dan Prosedur: Kas dan Setara Kas, Persediaan, Piuang, Aktiva Tetap, Hutang, dan Pajak.

Akuntansi Keuangan Lanjutan

Belajar tentang Pembenntukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha (Merger), Integritas Penyajian Laporan Keuangan, Analisa Laporan Keuangan, Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, dan Investasi Saham.

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Dalam penyajian laporan keuangan seharusnya sesuai dengan prinsip akuntansi secara umum atau yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengenai petunjuk dan prosedur akuntansi mengandung aturan mengenai standar pencatatan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan dengan acuan kepada teori-teori mengenai penafsiran dan logika yang spesifik oleh sebuah lembaga yang bernama Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

Ketahui Juga: Definisi Akuntansi Biaya

Penerapan PSAK dimulai di Indonesia di tahun 1994, tetapi dalam perkembangan penyusunan standarisasi akuntasi di Indonesia oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak bisa terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang dijalankan oleh International Accounting Standards Board (IASB).

Standar Akuntansi Keuangan Internasional pada proses pemusatan di satu titik secara penuh dengan International Financial Reporting Standard (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB, sebuah standar laporan keuangan yang dapat diterima secara mendunia dan mulai dilakukan penerapan pada Negara Indonesia sejak tahun 2012.