Pengertian Aset (Aktiva), Komponen, Jenis, Siklus, Perencanaan, Penggunaan Terlengkap

Posted on

Aset atau aktiva merupakan kekayaan (sumber daya) yang dimiliki oleh entitas bisnis yang dapat diukur secara jelas memakai satuan uang dan juga sistem pengurutannya menurut seberapa cepat perubahannya dikonversi menjadi satuan uang kas.

Pengertian Aset

Definisi lain dari Aset dalam akuntasi mempunyai arti sebagai sumber daya atau kekayaan yang ada pada suatu entitas. Aset itu didapatkan dari kejadian di masa lalu dan diharapkan akan memberikan kegunaan dimasa yang akan datang.

Aset dalam laporann dirancang menurut konsep likuiditas, yakni sistem pengurutannya berdasar pada seberapa cepat perubahan dikonversi menjadi satuan uang kas.

Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan Aset, yakni dapat diperoleh dengan cara diproduksi atau dibangun sendiri, dapat diperoleh dengan dibeli, juga dengan pertukaran aset ataupun sumbangan dari pihak lain. Aset ada yang bersifat berwujud dan tidak berwujud.

Pengertian Aset Menurut Para Ahli

Dari beberapa definisi secara umum diatas, berikut adalah definisi aset menurut para ahli.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Pengertian Aset menurut PSAK No. 16 adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan, baik berwujud maupun tidak berwujud yang berharga atau bernilai yang akan mendatangkan manfaat bagi seseorang atau perusahaan tersebut.

International Accounting Standards Committe (IASC)

Pengertian Aset menurut IASC adalah suatu daya yang dikendalikan oleh perusahaan sebagai hasil kejadian masa lalu dimana diharapkan perusahaan akan mendapatkan ekonomis di masa depan.

International Financial Reporting Standards (IFRS)

Pengertian Aset menurut IFRS adalah suatu sumber yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu (misalnya menciptakan sendiri atau membeli) dan dari manfat ekonomis masa depan (arus kas masuk dan aset lain) yang diharapkan.

Financial Accoounting Standars Board (FASB)

Pengertian Aset menurut FASB adalah sebagai manfaat ekonomik masa depan yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Pengertian Aset menurut IAI adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari kejadian yang terjadi pada masa lalu dan mendatangkan manfaat ekonomis di masa depan bagi perusahaan.

Siregar

Pengertian Aset menurut Siregar adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang memiliki nilai guna atau ekonomi (economic value), nilai komersial (commercial value) atau nilai tukar (exchane value) yang dimiliki oleh suatu badan usaha instansi atau perorangan.

Munawir

Pengertian Aset menurut Munawir adalah sarana atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomis yang mampu menunjang perusahaan dalam harga perolehannya atau nialai wajarnya harus diukur secara objektif.

Hidayat

Pengertian Aset menurut Hidayat adalah barang atau benda yang bergerak dan juga tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (intangible), dimana keseluruhan hal tersebut mencakup aset atau harta aset dari suatu organisasi, instansi, badan usaha, ataupun perorangan.

Wikipedia

Pengertian Aset menurut Wikipedia adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan salso normal debit.

Komponen Asset

Aset tersebut merupakan seluruh hak yang bisa dipakai dalam operasi perusahaan. Yang bisa dikategorikan ke dalam kolom asset salah satunya yaitu gedung atau bangunan.

Sehingga apabila suatau perusahaan mempunyai gedung dengan nilai satu millar rupiah. Selain gedung, yang dapat dihitung sebagai asset dapat termasuk: merk dagang, paten teknologi, uang kas, mobil dan lain-lain.

Aset dimengerti sebagai harta total. Tetapi seringkali untuk kebutuhan analisis dirinci menjadi beberapa kategori, antara lain:

  • Aset Lancar
  • Investasi jangka panjang
  • Aset tetap
  • Aset tidak berwujud
  • Aset pajak tangguhan
  • Aset lain

Aktiva pada neraca disusun berdasarkan tingkat likuiditasnya, mulai dari yang paling likuid, sampai dengan yang tidak lukid.

Aktiva pada neraca ditampilkan di sisi kiri secara berurutan dari atas kebawah. Penyusunan neraca diawali dari yang paling likuid (lancar ,yakni dimuilai dari aktiva lancar, aktiva tetap dan berikutnya. Komponen aktiva lancar adalah:

Kasmir (2008: 31)
Komponen lancar menurut Kasmir adalah sebagai berikut: Kas, sura-surat berharga, piutang, persediaan, dan sebagainya
Kasmir (2008:32)
Komponen lancar menurut Kasmir yaitu tanah, bangunan, mesin, kendaraan, peralatan, dan lainnya. Dari pernyataan teori diatas aktiva disusun secara urut dari mulai yang likuid hingga yang tidak likuid atau mudah diuangkan.

Jenis-Jenis Aset (Aktiva)

Adapun jenis-jenis atau macam-macam aset antara lain:

Aset Tetap (Fixed Asset)

Dalam akuntansi yang dimaksud dengan aset tetap adalah aset yang mempunyai umur yang panjang, atau permanen karena mempunyai bentuk fisik dan juga dimiliki dan dipakai oleh perusahaan dan tidak untuk dijual sebagai bagian dari operasional. Contoh aset tetap adalah bangunan atau gedung, tanah, mesin, dan kendaraan.

Definisi aset tetap menurut Kieso (2011) adalah aset berwujud yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk memproduksi atau menyuplai barang atau jasa, yang dipakai untuk disewakan kepada orang lain, atau tujuan administrasi, dan diharapkan dapat digunakan lebih dari satu periode.

Pengertian Aset

Aset Lancar (Current Asset)

Aset lancar merupakan uang kas atau aktiva lainnya (persediaan, piutang) yang diharapkan bisa dikonversi menjadi uang kas dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.

Contoh dari asset lancar adalah kas dan setara kas (tabungan di bank), investasi jangka pendek, piutang, persediaan dan beban dibayar (dimuka).

Definisi Asset Lancar menurut Dyckman et al (1999), aktiva lancar mencakup kas dan aktiva lainnya yang diperkirakan dapat direalisasi menjadi kas atau dijual atau digunakan selama satu siklus operasi normal perusahaan atau dalam waktu satu siklus operasi normal perusahaan atau dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca (salah satu yang lebih lama).

Yang didalam aktiva lancar antara lain kas (cash), investasi jangka pendek (temporary investment), wesel tagih (notes receivable).

Kas (Cash)
Merupakan seluruh aktiva yang ada pada kas perusahaan maupun setara kas yang disimpan pada Bank yang dapat diambil kapan saja.

Surat Berharga
Pemilikan saham atau dapat pula obligasi perusahaan lain yang memiliki sifat sementara, yang sewaktu-waktu dapat dijual kembali.

Piutang Dagang
Adalah suatu tagihan dari perusahaan terhadap pihak lain (debitur) yang dikarenakan suatu penjualan brang atau jasa secara kredit.

Piutang Wesel
Yaitu surat perintah penagihan terhadap seseorang atau juga badan untuk bisa membayar sejumlah uang pada tanggal yang sudah ditetapkan sebelumnya, terhadap orang yang namanya telah disebut dalam surat.

Piutang Pendapatan
Merupakan pendapatan yang telah menjadi hak, tetapi belum diterima pembayarannya.

Beban Dibayar Dimuka
Merupakan pembayaran beban yang dibayar di awal, tetapi belum menjadi suatu kewajiban di periode yang berkaitan.

Perlengkapan
Yaitu semua perlengkapan yang digunakan demi suatu kelancaran bisnis dan sifatnya habis dipakai.

Persediaan Barang Dagang
Merupakan barang yang dibeli yang tujuannya dijual kembali dengan menginginkan untuk memperoleh keuntungan.

Aset Tak Berwujud (Intangible Asset)

Aset tidak berwujud ini adalah hak-hak perusahaan yang pemilikannya diatur dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan, seperti hak paten, hak guna bangunan, hak sewa atau hak kontrak, franchise, trademark dan goodwiil.

Good Will
Merupakan nilai lebih yang dimiliki perusahaan disebabkan keistimewaan tertentu.

Hak Cipta
Merupakan hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah terhadap seseorang atau bisa juga badan disebabkan terdapat hasil karya seni atau tulisan atau juga karya intelektual.

Yuk Baca Juga:

Hak Paten
Merupakan hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah terhadap seseorang atau bisa juga badan disebabkan penemuan tertentu.

Merek Dagang
Merupakan hak yang diberikan oleh pemerintah terhadap suatu badan untuk bisa memakai nama dan juga lambang untuk bisnisnya.

Hak Sewa
Merupakan hak untuk bisa memakai aktiva tetap pihak lain dalam waktu yang panjang sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

Franchise
Merupakan suatu hak istimewa yang diterima oleh seseorang atau juga suatu badan dari pihak lain untuk bisa mengkomersilkan formula, teknik atau juga produk tertentu.

Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)

Investasi jangka panjang merupakan suatu penanaman modal pada suatu perusahaan lain dalam jangka waktu yang panjagn. Selain itu juga untuk mendapatkan keuntungan atau laba dan mengontrol perusahaan tersebut.

Aset Lain

Aset lain merupakan penggambaran berbagai pos yang tidak bisa secara baik dikategorikan ke dalam aset lancar, aset tetap dan aset tidak berwujud.

Siklus Hidup Aset

Menurut Hindrawan dkk, siklus hidup dari aset atau kelompok aset tersusun atas 4 fase. Yakni perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan, dan juga penghapusan.

Fase Perencanaan
Yaitu tahapan yang mana perusahaan mengidentifikasi keperluan akan adanya permintaan terhadap aset

Fase Pengadaan
Yaitu tahapan pad saat aset dibangun atau dibuat, bahkan dibeli. Pengadaan aset ini bergantung dari keperluan dan sesuai dengan rencana.

Faset Operasi dan Pemeliharaan
Adalah tahapan pada saat aset dimanfaatkan untuk tujuan yang ditentukan. Di fase ini seringkali terdapat aktivitas pembaruan, perbaikan dan pergantian yang dilakukan dengan bersinambungan terhadap aset.

Fase Penghapusan
Adalah tahpaan yang mana umur ekonomis suatu aset sudah habis dan pada saat kebutuhan akan aset tersebut sudah hilang

Perencaaan Aset

Menurut Hindrawan dkk, perencanaan aset yang baik sebaiknya terdiri dari beberapa hal berikut ini:

  • Mengidentifikasi terdapatnya permintaan terhadap asaet, dan membeli aseat yang dibutuhkan
  • Melakukan penyusunan terhadap pengadaan aset yang sebaiknya menegaskan tentang jenis dan waktu keperluan aset, dan juga menerangkan cara mengadakan aset
  • Memaksimalkan penggunaan aset yang sudah ada dengan begitu pengadaat aset baru tidak perlu dilakukan.
  • Melakukan evaluasi pada aset yang dimiliki, apakah mempunyai performa yang baik atau justru memerlukan biaya tinggi dalam operasionalnya.
  • Membuat skala prioritas dalam mengadakan dan atau penambahan aset
  • Membuat berbagai pertimbangan solusi non-aset untuk mengurani kebutuhan terhadap aset.

Penggunaan Aset

Pada saat membaca suatu neraca, manajemen perusahaan harus cerpat dalam menilai aset dengan rinci sebab hal ini merupakan suatu dasar dalam pengukuran prestasi keuangan perusahana.

Ukuran prestasi keuangan ini yang nanti akan menjadi dasar keputusan manajemen apakah akan mempertahankan atau melakukan peningkatan aset.

Efisiensi Pemakaian Aset
Rasion penjualan/total aset adalah salah satu ukuran dalam menilai aset. Asumsinya, pemakaian aset dianggap efisien apabila perusahaan bisa mewujudkan penjualan yang terus meningkat.

Angka penjual itu dilihat dari laporan laba-rugi perusahaan, sedangkan angka total aset bisa dilihat dari neraca. Ini bisa dilihat dari rasion tahun akhir dan dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.

Optimasi Keuntungan
Angka laba harta atau laba investasi juga dapat menjadi ukuran dalam menilai keuntungan atau profitabilitas. Angkaa ini bersumber dari perbandungan angka keperluan (dari laporan laba rugi) dan total harta/total aset, yang mana nilainya sama dengan total investasi.

Dengan asumsi manajamen adalah pihak yang bertanggung jaawb terhadap penggunaan dan pemeliharaan semua harya yang digunakan perusahaan, maka manajmen bertanggungjawab dengan upaya peningkatan keuntungan yang diperoleh.

Itulah penjelasan lengkap tentang Aset semoga bisa menambah wawasan serta pengetahuan kalian. Khususnya di bidang aset atau aktiva. Terimakasih