contoh konflik sosial

Pengertian Konflik Sosial, Penyebab dan Contohnya

Posted on

Konflik sosial merupakan suatu persoalan yang terjadi diantara dua orang atau lebih dari setiap individu dan atau antar anggota kelompok, yang disebabkan oleh suatu faktor perbedaan.

Dari jenis perbedaan yang ada yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat pada umumnya, kerap disandingkan dengan faktor-faktor perbedaan yang rentan terjadi dapat memicu terjadinya konflik sosial di masyarakat.

Di Indonesia khususnya, Indonesia yang notabene sebagai negara yang memiliki beragam ras, suku adat, etnik ciri khas kebudayaan. Terdapat banyak faktor yang menjadi pemicu, pendorong terjadinya sebuah konflik.

Jika kita tak mencermati dan toleransi, serta saling menjaga rasa empati. Hal demikian mampu menimbulkan konflik di antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.

Konflik juga bisa disebutkan dan dijelaskan suatu proses sosial dari dua orang atau lebih, dimana pada salah satu pihaknya ada yang berusaha menyingkirkan pihak lainnya, atau tidak adanya rasa kepedulian terhadap sesama. Sehingga membuat salah satu pihak tidak berdaya. Berikut pemaparan tentang Konflik Sosial.

Pengertian Konflik Sosial

Menurut dari teori konflik yang dilansir, Konflik berasal dari susunan kata kerja latin Configere artinya saling memukul. Teori konflik yang diambil dari Bahasa Inggris, yaitu “Conflict Theory”, permulaan dari suatu pertentangan kelas sosial diantara kelompok sosial masyarakat.

Dalam hal ini yang terjadi biasanya terdiri dari kelompok yang tertindas dan kelompok penguasa. Sehingga dari hal tersebut menimbulkan suatu bentuk perubahan sosial didalam masyarakat.

Dampaknya pun bisa mengarah kepada hal yang berdampak positif maupun yang mengarah kepada perubahan sosial yang berdampak negatif.

Pengertian Konflik Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini konflik sosial menurut para ahli sosiologi, yaitu :

#1 Menurut Karl Marx

Konflik sosial menurut pencetus pertama awal mula teori dari konflik sosial berpendapat, bahwa konflik sosial ialah tujuan dari masyarakat seutuhnya. Yang mana tujuannya ialah untuk menciptakan kondisi masyarakat tanpa kelas (sosialisme).

Hal yang identik dari sumber yang sangat berpengaruh dari timbulnya konflik, yaitu suatu hal yang mampu membawa perbedaan dari perubahan sosial. Hal demikian yang dapat menimbulkan terjadinya suatu konflik sosial.

#2 Menurut Robert M.Z. Lawang

Konflik bisa dijelaskan sebagai sebuah alat untuk memperoleh hal-hal yang langka. Seperti jenjang karir yang naik serta status sosial di masyarakat.

#3 Menurut Cassel Concise dalam Lacey

Konflik Sosial disebutkan sebagai a fight a collision, a struggle, mental strife, opinion, purpose, etc. Yang mana seperti yang disebutkan, Konflik Sosial merupakan suatu pertarungan, suatu benturan, pergulatan mental, pendapat serta suatu tujuan yang kerap berbeda di lingkungan sosial masyarakat.

Pada individu yang kerap merasakan atau mengalami korban pembullyan dan penderitaan batin juga termasuk didalamnya.

#4 Menurut Ralf Dahrendorf

Konflik sosial memiliki pengertian bahwa semua perubahan sosial yang kerap dialami oleh manusia pada umumnya, merupakan hasil dari sebuah konflik didalam masyarakat. Konflik yang didalamnya juga terdapat selisih paham serta pertentangan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Konflik Sosial merupakan pertarungan atas suatu benturan, perbedaan persepsi dan argumen, pertentangan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat.

Baca Juga: Struktur Sosial

Konflik sosial mempunyai prinsip dasar teori dari konflik sosial yang tidak terlepas (sepaket) dengan perubahan sosial yang ada didalam struktur kehidupan masyarakat.

Penyebab Terjadinya Konflik Sosial

Penyebab Terjadinya Konflik Sosial
Penyebab Terjadinya Konflik Sosial

Hal-hal yang menimbulkan terjadinya sebuah konflik dapat dijelaskan ke dalam :

Perbedaan Individu

Loading...

Konflik dari suatu perbedaan individu yang signifikan biasanya menyangkut sebuah perasaan. Selain itu, faktor pendukung penyebab lainnya yang dapat menimbulkan sebuah konflik, yaitu perihal suatu pendapat, harga diri dan juga dari segi perbedaan karakter suatu individu.

Perbedaan Kebudayaan

Suatu kepribadian dari seseorang atau setiap individu dibentuk mulai dari lingkungan keluarga. Suatu karakter akan terbentuk berdasarkan pada kebiasaan.

Setiap individu pada dasarnya dominan membentuk suatu kebiasaan yang ia lihat, melalui pendengaran, pola keseharian yang diterapkan dan dikerjakan membentuknya menjadi sebuah kebiasaan yang melekat pada diri seseorang.

Dari pola asuh, pola didik, kepekaan hati yang dirasakan serta pola pikir yang terus menerus diasah sebagai interaksi belajar pengajaran yang ada dari tempat tinggal atau menetap kesehariannya, faktor keluarga atau lingkungan masyarakat sekitar dan lingkungan bermain, juga lingkungan sekolah misalnya, mampu membentuk karakter dari diri seseorang.

Pahami Juga: Integrasi Sosial

Dan jika diantara setiap individu tidak mampu menerapkan rasa saling menghargai, empati, toleransi yang ada, maka akan timbul sebuah konflik.

Perbedaan Kepentingan

Timbulnya sebuah konflik bisa diawali dengan terjadinya suatu kepentingan dari masing-masing pihak, misalnya dari segi ekonomi dan politik sosial masyarakat yang kerap berbeda pendapat serta tujuan.

Perbedaan Sosial

Kita bisa melihat kecendrungan itu dapat memicu terjadinya konflik pada suatu perbedaan sosial. Masing-masing memiliki visi dan misi berbeda, tidak adanya rasa solidaritas serta empati, masing-masing pihak saling menginginkan suatu harapan.

Yang mana sebaiknya, kita sebagai makhluk sosial harus saling toleransi, bisa saling menjaga serta menghargai diantara sesama.

Jika suatu tindak dari segi keinginan mampu di minimalisir dengan mengutamakan dari segi pokok kebutuhan yang utama, serta menyesuaikan dengan yang ada dan saling menghargai perbedaan agar dapat disesuaikan dan disatukan secara mufakat dengan saling memahami, maka konflik sosial yang kerap terjadi di lingkungan sosial masyarakat tentunya akan mudah diredakan.

Berikut Contoh Teori Konflik Sosial

Dari segi perekonomian

Hal perekonomian kesenjangan sosial di masyarakat dapat menimbulkan terjadinya konflik.

Hal yang menjadi latar belakangnya untuk sikap mampu melakukan sebuah perubahan sosial ke arah yang lebih meningkat melalui berbagai cara demi untuk mempertahankan kondisi ekonominya.

Tingkat Pengangguran

Jumlah pengangguran menjadi faktor penentu terjadinya konflik. Sebab tingginya jumlah angka pengangguran didalam masyarakat, akibatnya rentan kriminalitas (tinggi angka kriminalitas).

Timbul konflik karena antara pendapatan dan pengeluaran tidak balance ( tidak seimbang).

Politik

Melalui politik, akan memberikan hak kuasa pada suatu pihak, serta mempertahankan kekuasaan yang diinginkan. Khususnya pada lembaga pemerintahan.

Jika terjadi selisih pemahaman, maka akan menyebar menjadi sebuah konflik yang merembet ke kehidupan sosial yang lainnya, dari segi ekonomi, hukum, ham, dan lain sebagainya.

Contoh Konflik Sosial di Indonesia

Konflik Sosial di Indonesia:

1. Konflik yang pernah terjadi di Lampung sebab kesenjangan sosial.

2. Konflik di Papua, dikarenakan dari masing-masing pihak saling memperebutkan kekuasaan antar suku.

3. Konflik di Jawa Barat yang pernah terjadi pada tahun 2017 sebab organisasi FPI dan GMBI.

4. Konflik di Jawa Tengah terjadi antara petani didaerah Rembang dengan perusahaan tambang.

5. Konflik di Yogyakarta pada incident pengusiran mahasiswa di Yogyakarta. Sebab mendukung kemerdekaan dari Papua Barat.

6. Konflik di Ambon yaitu yang pernah terjadi di dalam masyarakat dikarenakan faktor kesenjangan sosial yang berlebih di antara warga muslim dengan non muslim (Kristen protestan) pada tahun 1998.

7. Konflik di ranah Situbondo (Jawa Timur), penyebabnya karena persoalan seputar penghinaan terhadap agama Islam yang terjadi pada tahun 1996. Hal demikian menimbulkan terjadinya sebuah sebab akibat dari konflik sosial.