Pengertian E Learning, Karakteristik, Manfaat, Fungsi, Contoh Terlengkap

Posted on

Definisi E Learning yaitu Pembelajaran yang dirancang dengan tujuan memakai sistem elektronik atau komputer menjadikan mampu mendukung suatu proses pembelajaran.

E Learning merupakan sebuah sistem atau konsep pendidikan yang mempergunakan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini kami akan menjelaskan tentang e learning dengan lengkap.

E Learning diartikan juga suatu pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, jaringan komputer atau internet. Dengan E-Learning sangat memudahkan pembelajar dalam proses belajar dengan bantuan internet dimanapun mereka berada.

Pengertian E Learning Menurut Para Ahli

Selain definisi secara umum, kami juga memberikan sumber yang dikemukakan oleh para ahli tentang E-learning, diantaranya:

Rosenberg (2001)

E-Learning menurut Rosenberg mengarah pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan beberapa solusi yang bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Loading...

LearnFrame.Com (Glossary, 2001)

E-Learning menurut LearnFrame adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, ataupun komputer standalone.

Michael (2013:27)

E-Learning menurut Michael adalah pembelajaran yang disusun dengan tujuan mengguanakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran.

Chandrawati (2010)

E-Learning menurut Chandrawati adalah proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi.

Ardiansyah (2013)

E-Learning menurut Ardiansyah adalah sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa.

Jaya Kumar C. Koran (2002)

Pengertian E-Learning

E-Learning menurut Jaya Kumar C. Koran adalah sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN atau internet) memberikan isi pembelajaran, interaksi atau bimbingan.

Dong (dalam Kamarga, 2002)

E-Learning menurut Dong adalah sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

Darin E. Hartley (Hartley, 2001)

E-Learning menurut Darin E. Hartley adalah suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain.

Karakteristik E-Learning

Rosenberg (2001) menyatakan bahwa karakteristik E-Learning sifatnya jaringan, yang menjadikan dapat memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan dan sharing pembelajaran dan informasi.

Yuk Baca Juga:

Sedangkan menurut Nursalam (2008:135), karakteristik dari E-Learning yaitu:

  • Memanfaatkan jasa teknologi elektronik
  • Menggunakan keunggulan komputer (digital median dan komputer networks)
  • Memanfaatkan bahan ajar yang sifatnya mandiri (self learning materials) lalu selanjutnya disimpan di komputer, menjadikan bisa diakses oleh dosen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  • Menggunakan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemauan belajar dan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi pendidikan bisa dilihat kapan saja di komputer.

Manfaat E-Learning

Adapun kegunaan atau manfaat dari proses belajar E-learning antara lain:

  1. E-learning menawarkan flesibilitas dalam pemilihan waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
  2. Belajar mandiri, E-learning memberikan kesempatan untuk pembelajar secara mandiri memegang kendali terhadap keberhasilan belajar
  3. Efisiensi biaya. E-learning menawarkan efisiensi biaya dalam hal ini administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik dalam belajar dan efisiensi biaya untuk pembelajar merupakan biaya transportasi dan akomodasi.

Sedangkan Pranoto, dkk (2009:309) menyatakan, manfaat dari E-Learning adalah:

  • Pemakaian E-learning sebagai penunjang jalannya proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa terhadap materi yang diajarkan.
  • Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa
  • Meningkatkan kemampuan belajar mandiri dari mahasiswa
  • Meningkatkan kemampuan kualitas materi pendidik dan pelatihan
  • Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, yang mana dengan perangkat biasa dapat mengalami kesulitan.

Kelebihan E-Learning

Kelebihan E-learning yaitu menawarkan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi dengan berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005:253).

Sedangkan menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning mempunyai banyak kelebihan, antara lain:

  • Bisa dengan mudah diserap, maksudnya menggunakan fasilitas multimedia dalam bentuk gambar, teks, animasi, suara, video
  • Jauh lebih efektif dalam biaya, maksudnya tidak membutuhkan infrastruktur, tidak membutuhkan minimum audiensi, dapat dimana saja, dapat kapan saja, murah untuk diperbanyak
  • Dapat lebih praktis, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai keperluan
  • Tersedia dalam 24 jam/hari-7hari/minggu, maksudnya penguasaan materi bergantung dari semangan dan daya serap siswa, dapat dimonitor, dapat diuji dengan suatu test.

Baca Juga:

Kekurangan E-Learning

L.Gavriloka (2006:354) menyatakan kekurangan E-learning yaitu pembelajaran dengan model ini memerlukan alat-alat tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard dan lain sebagainya).

Selanjutnya menurut Nursalam (2008:140), kekurangan E-learning adalah:

  1. Kurangnya interaksi dari pengajar dan pelajar atau bahkan antara pelajar dengan pelajar.
  2. Cenderung mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial
  3. Proses belajar mengajar memiliki kecenderungan pada arah pelatihan dibanding dengan pendidikan
  4. Berubahnya peran pengajar dari yang awalnya menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini harus mengetahui teknik pembelajaran yang memanfaatkan ICT (Information, communication dan technology).
  5. Tidak semua tempat ada fasilitas internet (mungkin hal ini berhubungan dengan masalah tersedianya listrik, telepon maupun komputer)
  6. Kurangnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian internet
  7. Kurangnya penguasaan bahasa komputer
  8. Akses terhadap komputer yang tidak sepadan bisa menjadi masalah tersendiri untuk peserta didik
  9. Tersedianya infrastruktur yang dapat terpenuhi
  10. Peserta didik dapat frustrasi apabila mereka tidak dapat mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai
  11. Informasi bisa bervariasi dalam kualitas dan akurasi menjadikan panduan dan firu pertanyaan dibutuhkan
  12. Peserta didik dapat merasa terisolasi

Filosofis E-Le arning

Cisco (dalam Suyanto, 2005) menyatakan beberapa filosifis e-learning, antara lain:
E-learning adalah penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara online.

  • E-learning menyiapkan perangkat alat yang bisa memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvesional, kajian terhadap buku text, CD-ROOM dan pelatihan yang berbasis komputer) menjadikan bisa menjawab tantangan perkembangan globalisasi.
  • E-learning tidak bermaksud menggantikan model belajar konvensional didalam ruang kelas, namun menguatkan model belajar tersebut dengan cara pengayaan isi dan pengembangan teknologi pendidikan
  • Kapasitas siswa sangat bervariasai bergantung dari bentuk isi dan cara menyampaikan. Semakin baik keselarasan antar isi dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada akhirnya akan memberikan hasil yang lebih baik.

Komponen E-Learning

Adapun komponen yang membentuk E-learning menurut Romisatriawahono (2008) adalah sebagai berikut:

Infrastruktur E-learning
Infrastruktur e-learning merupakan alat-alat yang digunakan dalam e-learning yang bisa dalam bentuk personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia.

Didalamnya juga ada peralatan teleconference jika kita memberikan layanan synchronous learning yaitu proses pembelajaran terjadi disaat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar melalui teleconference.

Sistem dan Aplikasi E-Learning
Sistem dan apilasi e-learning juga biasa dinamakan dengan Learning Management System (LMS). LMS merupakan sistem perangkat lunak atau software yang memvirtualisasikan prorses belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas dan kejadian secara online, proses e-learning, dan isi pelatihan (Ellis, 2009)

Contoh E-Learning

Contoh segala fitur yang berkaitan dengan manajemen proses belajar mengajar adalah, bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online yang kesemuanya adalah diakses dengan internet.

Demikianlah materi yang bisa kami berikan. Terimakasih telah berkunjung semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Loading...