Pengertian Bullying, Penyebab, Bentuk, Macam, Dampak Terlengkap

Posted on

Bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaan untuk menyalah gunakan atau mengintimidasi orang lain. Hal ini mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik, atau paksaan dan dapat dilakukan berulang-ulang terhadap korban tertentu atas dasar kemampuan, gender, ras, agama dan lain sebagainya.

Definisi bullying selain diatas adalah kegiaatan yang dilakukan dengan tujuan memojokan orang lain dengan nada merendahkan, mengolok-olok sampai berbuat kekerasan fisik.

Seringkali Bullying terjadi bukan karena disebabkan konflik atau sedang emosi yang tidak selesai, tetapi akan lebih mengarah kepada rasa merasa paling kuat dan memiliki hak untuk merendahkan, menghina atau bertindak semena-mena kepada orang lain.

Pengertian Bullying Menurut Para Ahli
Pengertian Bullying

Olweus (2005)

Definisi bullying menurut Olweus adalah sebuah tindakan atau perilaku agresif yang disengaja, yang dilakukan oleh sekelompok orang atau seseorang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya dengan mudah atau sebagai sebuah penyalahgunaan kekuasaan/kekeraan secara sistematik.

Black dan Jackson (2007)

Definisi bullying menurut Black dan Jackson adalah perilaku agresif tipe proaktif yang didalamnya terdapat aspek kesengajaan untuk mendominasi, menyakiti, atau menyingkirkan adanya ketidaksengajaan untuk mendominasi, menyakiti atau menyingkirkan, adanya ketidakseimbangan kekuatan baik secara fisik, usia atau kemampuan kognitif, keterampilan, maupun status sosial, serta dilakukan secara berulang-ulang oleh satu atau beberapa anak terhadap anak lain.

Sejiwa (2008)

Definisi bullying menurut Sejiwa adalah sebuah situasi dimana terjadinya penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan fisik maupun mental yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok, dan dalam situasi ini korban tidak mampu membela atau mempertahankan dirinya.

Rigby (1994)

Definisi bullying menurut Rigby adalah suatu hasrat untuk menyakiti yang diperlihatkan ke dalam aksi secara langsung oleh seseorang atau sekelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan secara senang yang tujuannya untuk membuat korban menderita.

Wicaksana (2008)

Definisi bullying menurut Wicaksana adalah kekerasan fisik dan psikologis jangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok, terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan dirinya dalam situasi di mana ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang itu atau membuat dia tertekan.

Wikipedia

Definisi bullying menurut Wikipedia adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.

Baca Juga :  Pengertian Hedonisme, Ciri-Ciri, Dampak dan Contohnya

Penyebab Bullying

Beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya bullying adalah sebagai berikut:

  • Terdapat rasa ingin berkuasa
  • Akibat kurang perhatian dari orang sekitar
  • Pelaku pernah menjadi korban kekerasan
  • Akibat sering berkelahi
  • Akibat meniru perbuatan kekerasan dari film atau game
  • Dan lain-lain

Bentuk-Bentuk Bullying

Ada dua bentuk penindasan, yakni penindasan fisik dan penindasan psikologis.

Penindasan Fisik
Bentuk penindasan atau bullying ini dilakukan secara kontak yang mengakibatkan sakit fisik, luka, cedera atau menderita fisik lainnya. Contoh bentuk bullying secara fisik adalah memukul, menendang dan lain sebagainya.

Penindasan Psikologis
Bentuk penindasan ini mengakibatkan trauma psikologis, perasaan takut, depresi, kecemasan, stress dan juga gusar bagi yang menerima bullying.

Jenis-Jenis Bullying

Adapun macam atau jenis bullying adalah dalam bentuk tindakan fisik atau verbal yang bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

Barbara Coloroso (2006:47-50), menyatakan ada empat jenis bullying, diantaranya:

Bullying Secara Verbal

Jenis perbuatan yang dilakukan pada bullying ini adalah dalam bentu julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang seperti ajakan seksual atau pelecehan seksual, teror, surat-surat yang melakukan intimidasi, gosip dan lain sebagainya.

Bullying berupa verbal adalah salah satu jenis bullying yang paling mudah dilakukan dan bullying ini merupakan awal dari perbuatan bullying lainnya.

Bullying Secara Fisik

Jenis bullying ini seperti melakukan tindakan memukuli, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi dan merusak serta menghancurkan barang milik orang yang ditindas.

Bullying jenis ini adalah jenis bullying yang sangat terlihat dan mudah diidentifikasi, tetapi peristiwa secara fisik tidak sebanyak bullying bentuk lain.

Remaja yang sering melakukan perbuatan bullying berupa fisik seringkali adalah remaja yang sering bermasalah dan cenderung akan beralih di tindakan kriminal yang lebih lanjut.

Bullying Secara Relasional

Jenis bullyin ini adalah jenis bullying dalam bentuk pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran.

Perbuatan ini bisa meliputi sikap yang tersembunyi seperti pandangan agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek.

Yuk Baca Juga:

Perbuatan bullying macam ini cenderung yang sulit terbaca dari luar. Bullying secara relasional mencapai puncak kekuatan di awal masa remaja, karena ketika itu terjadi perubahan fisik, mental emosional dan seksual dan juga mencoba mengetahui diri dan menyesuaikan diri dengan teman-teman sebaya.

Bullying Elektronik

Bullying ini adalah jenis bullying yang berupa perbuatan bullying yang dilakukan dengan cara memanfaatkan elektronik, seperti komputer, smartphone, internet, website, sosial media, chatting, email, sms dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Pengertian Bank Umum, Tugas, Fungsi, Jenis Terlengkap

Bullying ini seringkali ditujukan untuk melakukan tindakan teror korban dengan tulisan, animasi, gambar, rekaman atau video film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti, atau menyudutkan.

Bullying jenis ini seringkali dilakukan oleh kelompok remaja yang sudah memiliki pemahaman yang cukup baik pada sarana elektronik infomrasi dan media elektronik lainnya.

Sedangkan Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005) menyatakan ada lima jenis bullying, yakni:

Kontak Fisik Langsung
Seperti melakukan pemukulan, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, serta termasuk memeras dan merusak barang yang dimiliki orang lain.

Kontak Verbal Langsung
Seperti melakukan ancaman, membuat malu, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama, sarkasme, mencela atau mengejek, mengintimidasi, memaki dan menyebarkan gosip

Perilaku Non-Verbal Langsung
Seperti melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam, seringkali diikuti dengan bullying fisik atau verbal

Perilaku Non-Verbal Tidak Langsung
Seperti mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak atau putus, menyengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng

Pelecehan Seksual
Kadang-kadang dimasukan dalam perbuatan agresi fisik atau verbal. Walaupun laki-laki dan perempuan melakukan bullying cenderung memakai bullying verbal, tetapi pada umumnya perilaku bullying fisik lebih sering dilakukan laki-laki dan bullying verbal sering dilakukan perempuan.

Dampak Negatif Bullying

Bullying mempunyai dampak terhadap seseorang atau pelakunya, penerima atau pihak lain. Berikut ini adalah dampak negatif dari perbuatan bullying.

Korban bullying memiliki resiko mengalami berbagai masalah, baik dalam bentuk fisik ataupun mental. Adapun masalah yang mungkin terjadi kepada korban bullying antara lain:

  • Menimbulkan berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur. Masalah tersebut bisa jadi akan terbawa hingga korban dewasa.
  • Mengalami keluhan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot
  • Merasa tidak aman ketika berada di lingkungan
  • Mengurangi semangat belajar dan bahkan prestasi menjadi menurun
  • Dalam kasus yang langka, korban bullying akan menunjukkan sifat kekerasan.
  • Kecemasan
  • Gangguan psikosomatis
  • Gangguan psikiatris
  • Depresi

Dampak Positif Bullying

Sedangkan dampak positif dari bullying bisa dijadikan pendorong timbulnya berbagai perkembangan positif pada korban bullying. Korban akan cenderung:

  • Lebih kuat dan tegar dalam menghadapi masalah
  • Lebih termotivasi untuk menunjukan potensi supaya tidak direndahkan lagi
  • Termotivasi untuk melakukan introspeksi diri.

Itulah yang bisa kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian yang sedang mencari materi ini. Terimakasih telah berkunjung

5 (100%) 1 vote