Pengertian Autis, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Posted on

Autis merupakan suatu gangguan yang terjadi pada otak dalam perkembangannya, akan mempengaruhi kemampuan yang menderita dalam berkomunikasi dan melakukan interaksi dengan orang lain.

Gangguan tersebut dapat mengakibatkan orang yang menderita perilakunya menjadi terganggu dan terbatasi akan minatnya.

Pengertian Autis

Definisi autis lainnya adalah kelainan pada perkembangan sistem saraf seseorang yang seringkali disebabkan karena faktor hereditas dan kadang-kadang sudah bisa terdeteksi sejak bayi ketika berusia 6 bulan.

Ketika sudah terdeteksi sejak dini, maka kemungkinan penderita akan lebih cepat dalam menyesuaikan diri dengan yang normal. Namun terapi harus dilakukan seumur hidup, meskipun begitu penderita autisme yang terbilang cerdas, sesudah mendapatkan terapi Autisme sedini mungkin, biasanya biasa mengikuti sekolah umum, atau dapat menjadi seorang sarjana.

Autisme bisa dikategorikan sebagai gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD). Hal ini sebab gejala serta tingkatan keparahannya berbeda-beda untuk setiap penderita. Dari data yang dihimpun oleh WHO, autisme terjadi di 1 dari 160 anak diseluruh dunia. Namun untuk di Indonesia sendiri belum ada data yang valid tentang jumlah penderita autisme.

Gejala Autisme

pengertian autis

Gajala serta tingkat keparahan gangguan autis bisa tidak sama antara penderita satu dengan penderita lainnya. Di penderita autisme yang gejalanya ringan, kegiatan sehari-hari bisa dilakukan secara normal.

Namun jika gejalan termasuk parah, maka penderita akan sangat memerlukan bantuan dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari.

Gejala yang terlihat yang berhungan dengan cara penderita melakukan komunikasi serta dalam berinteraksi. Sekitar 80-90% penderita autis, akan terlihat gejalanya ketika berusia 2 tahun.

Baca Juga: Pengertian Virus Zika

Di kasus lainnya yang jarang, gejala autis terlihat di usia dibawah 1 tahun atau baru terlihat sesudah penderita menganjak dewasa. Dibawah ini merupakan gejala yang seringkali muncul di penderita autisme:

Baca Juga :  Fungsi Hemoglobin, Pengertian dan Strukturnya

Gejala Berhubungan Komunikasi dan Interaksi Sosial

Sekitar 25-30% anak yang menderita autisme bisa kehilangan kemampuan berbicara, walaupun mereka bisa berbicara ketika masih kecil. Kemudian 40% anak penderita autisme tidak dapat berbicara sama sekali. Gejala lain berhubungan dengan komunikasi dan interaksi antara lain yaitu:

  • Tidak merespons ketika namanya dipanggil, walaupun pendengarannya normal tidak bermasalah.
  • Tidak pernah menyatakan atau mengeluarkan emosinya, dan tidak peka atas perasaan orang lain.
  • Tidak dapat memulai atau meneruskan suatu percakapan, bahkan hanya untuk meminta sesuatu.
  • Biasanya akan mengulang kata (echolalia), namun tidak paham cara pemakaiannya dengan benar.
  • Biasa menghindari kontak mata dan kurang terlihat mengungkapkan ekspresi.
  • Nada bicara yang berbeda dari orang normal, seperti datar saja
  • Lebih suka dalam kesendirian, seperti ada di dunianya sendiri.
  • Lebih cenderung tidak paham terhadap pertanyaan atua petunjuk yang sederhana.
  • Tidak mau berbagi, berbicara, atau melakukan aktivitas bermain dengan orang lain.
  • Biasanya akan menghindar dan menolak kontak fisik dengan orang lain.

Penyebab Autisme

Hingga saat ini penyebab gangguan autisme belum bisa ditentukan. Negara-negara dengan kemajuan teknologi kesehatan yang telah melakukan penelitian mengungkapkan bahwa penyebab gangguan perkembangan ini adalah interaksi antara faktor genetik dan berbagai hal negatif yang diperoleh dari lingkungan sekitar.

Selain lingkungan, faktor genetik diyakini memiliki peranan penting untuk penderita autisme, meskipun tidak diyakini secara penuh jika autisme hanya bisa disebabkan oleh gen dari keluarga.

Pengobatan Autisme

Autisme merupakan gangguan yang tidak dapat disembuhkan. Namun ada beberapa terapi yang bisa dipilih untuk mengembangkan kemampuan dari penderitanya. Dengan terapi maka diharapkan penderita dapat secara mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Adapun terapi untuk penderita autisme yaitu:

Baca Juga :  Fungsi Albumin, Pengertian dan Penyebab Kekurangan

Terapi Perilaku dan Komunikasi

Dalam melakukan terapi ini meliputi kemampuan dasar sehari-hari, ataupun verbal dan nonverbal seperti terapi analisis perilaku terapan yang mencoba penderita dalam berbuat positif di semua kondisi.

Terapi dalam pengembangan hubungan emosional antara anak autis dan keluarga. serta terapi okupasi yang mengarahkan penderita untuk hidup secara mandiri, dengan memberikan kemampuan dasar seperti berpakaian, makan, mandi serta melakukan interaksi dengan orang lain.

Terapi wicara yang dapat membuat penderita untuk belajar dalam berkomunikasi. Selanjutnya terapi petunjuk visual seperti menunjukkan gambar kepada penderita.

Terapi Keluarga

Dalam terapi keluarga, maka fokusnya adalah membantu orang tua dan keluarga penderita autisme. Dengan terapi ini, keluarga akan memahami cara menjalin interaksi dengan penderita, dan mengajarkan penderita untuk berbicara, dan bertingkah laku yang normal.

Obat-Obatan

Meskipun tidak dapat disebuhkan dengan obat-obatan. Namun autisme bisa dikendalikan gejalanya dengan obat-obatan.

Autisme PDF

Untuk kalian yang ingin mendownload makalah ataupun penjelasan autisme dalam bentuk PDF dapat dengan mendownload di link berikut ini.

Autisme PDF

Demikianlah penjelasan lengkap tentang Autis. Semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan kalian. Terimakasih sudah berkunjung dan nantikan artikel berikutnya.

5 (100%) 12 votes